Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

pesan untuk akhwat

Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: " Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…" Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…: Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya…. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya….. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya… Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan a...

Subhanallah, bilakah seluruh kader da'wah saling berlomba dan saling mengapresiasi setiap perkembangan tsaqofah para da'inya... Maka kelak disaat itu tidak ada lagi kebuntuan yang diakibatkan oleh piciknya pikir dan hampanya rasa dari butiran segar hawa Islam... Tidak ada lagi dengki yang membunuh akal dan mematikan jiwa... Kelak disaat itu hanya keikhlasan dari setiap kita untuk mengapresiasi segala tumbuh kembang dan kekuatan ruhiyyah seluruh kader tanpa adanya prasangka ataupun kedengkian yang hanya menjadikan mutiara semakin kusam tak tampak kemilaunya... Dibutuhkan kader da'wah yang tidak hanya profesional dibidangnya, namun juga memiliki wawasan yang luasnya menembus batas-batas Ilmu Pengetahuan yang dipelajarinya...agar mampu memecahkan permasalahan ummat yang multidimensi... ---------------

Surat Cinta dari Sahabat

 “…Layak kah seorang manusia mengatakan beriman padahal mereka belum (pernah) mendapatkan ujian..” Semoga Allah senantiasa menyayangi kita sebagai hamba-hamba Nya. sayang Nya Allah tentunya akan datang dengan cara yang bervariasi, kadang dengan keni’matan yang tidak terhingga menjadikan kita hamba yang bersyukur… Lain masa ada rasa sayang Nya yang datang dalam bentuk yang lain pula…, ujian, musibah dan kepayahan…hamba yang selalu berhusnudzon akan segera mencoba kembali mendekatkan dirinya kepada Allah dalam ‘baju kesabaran’.. Introspeksi diri, muhasabah jiwa dan bercermin dengan perilaku yang selama ini kita berikan kepada Nya, memenuhi hak-hak Nya, kewajiban dakwah dalam memperjuangkan hukum-hukum Nya…apakah diri kita sudah begitu sempurna untuk dikatakan sudah layak mendapatkan gelar muttaqin, padahal jiwa ini terasa kerdil dan kotor dengan segala keputus asaan dan ketidak ridhoan atas apa yang menimpa… Pantaskah diri ini mendapatkan ’service’ utama dari Allah, hanya karena kita su...