Postingan

Menampilkan postingan dengan label sejarah

Pembebasan Konstantinopel; Sentuhan Cinta Ibu Dalam Doa Dan Harap

Gambar
Hari ini, 570 tahun yang lalu, bertepatan dengan 29 Mei 1453, Sultan Muhammad II Al Fatih bersama pasukannya berhasil menembus Konstantinopel melalui pintu Erdine dan mengibarkan bendera Turki Utsmani di puncak kota. Sultan Muhammad Al Fatih kemudian menaiki kudanya dan memasuki kota menuju Gereja Hagia Sophia. Beliau melaksanakan sholat di dalamnya dan mengubah bangunan tersebut menjadi masjid. Sultan Muhammad II Al Fatih adalah penguasa Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang visioner, kuat dan tawadhu. Ahli dalam bidang militer, sains, dan matematika, juga seorang penghafal Quran.   Pada usia 21 tahun, penguasa yang sangat menghormati ulama ini telah berhasil menguasai 6 bahasa. Ia pun menjadi salah satu pemimpin besar dalam sejarah Islam.   Sebagai seorang ibu, dalam menapaktilasi sejarah ini, tentu tak luput pula saya menandai peran luar biasa dari seorang ibunda Muhammad Al Fatih, Huma hatun....

Sejarah ? Cukup kah menjadi dongeng ?

Sejak kemarin melihat beberapa photo yang di upload bertemakan acara memperingati Hari Kemerdekaan negeri ini. Dan kemarin di sela-sela rehat, kami pun mencari tontonan film ' sejarah' via you tube di rumah , yang sudah jarang sekali ditemukan di media-media elektronik . Tiba pada film Jend. Soedirman, tetiba saya merasa perih dan menangis . Entah, jika sang Panglima Besar Tentara Republik - dahulu - ini masih hidup, mungkin beliau akan sangat bersedih melihat negeri ini sekarang. Jenderal yang besar di keluarga santri, dekat dengan para ulama, tetap berjiwa nasionalis, berupaya dengan sekuat tenaga mempertahan kan negeri ini dengan perang gerilya nya, walau sang Presiden RI saat itu menolak memenuhi janji untuk bersamanya memimpin rakyat bergerilya , ketika para penjajah kembali menancapkan kuku nya di negeri ini. Membayangkan beliau dulu dengan fisik yang tak sehat, terpaksa duduk di kursi tandu, menempuh bilangan masa dengan 1 paru- paru saja. Namun betapa pun...