Postingan

Menampilkan postingan dengan label ibu

Pembebasan Konstantinopel; Sentuhan Cinta Ibu Dalam Doa Dan Harap

Gambar
Hari ini, 570 tahun yang lalu, bertepatan dengan 29 Mei 1453, Sultan Muhammad II Al Fatih bersama pasukannya berhasil menembus Konstantinopel melalui pintu Erdine dan mengibarkan bendera Turki Utsmani di puncak kota. Sultan Muhammad Al Fatih kemudian menaiki kudanya dan memasuki kota menuju Gereja Hagia Sophia. Beliau melaksanakan sholat di dalamnya dan mengubah bangunan tersebut menjadi masjid. Sultan Muhammad II Al Fatih adalah penguasa Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang visioner, kuat dan tawadhu. Ahli dalam bidang militer, sains, dan matematika, juga seorang penghafal Quran.   Pada usia 21 tahun, penguasa yang sangat menghormati ulama ini telah berhasil menguasai 6 bahasa. Ia pun menjadi salah satu pemimpin besar dalam sejarah Islam.   Sebagai seorang ibu, dalam menapaktilasi sejarah ini, tentu tak luput pula saya menandai peran luar biasa dari seorang ibunda Muhammad Al Fatih, Huma hatun....

Doa Dan Cinta Untuk Mereka ; Cahaya Mata

Gambar
Robbana.. Mohon kelembutan hati untuk anak-anak kami, agar hidayah mampu menembus relung jiwa untuk mampu mengatasi semua kekurangan dan kelemahan iman yang ada pada anak- anak kami. Lembutkan hati-hati mereka, karena hanya Engkau Penguasa setiap hati-hati makhluk Mu. Lembutkan pula hati-hati kami, orangtua mereka. Jangan jadikan kami orangtua yang berrputus asa, bahkan abai atas semua kekurangan dan kelemahan. Istiqomahkan kami untuk terus melakukan perbaikan dan sentiasa bermuhasabah kepadaMu. Serta, jadikan kami senantiasa bertawakkal padaMu.. Robbana.. Jika ada keshalihan iman dan beragam kebaikan yang anak anak kami pancarkan, mohon Istiqomahkan keshalihan dan kebaikan itu hingga usia menjemput mereka, dan kelak menghadapMu dengan husnul khotimah. Karena sungguh, semua keshalihan dan kebaikan mereka adalah semata atas izin dan keridhoanMu. Jangan jadikan hati mereka juga hati kami orangtuanya menjadi jumawa bahkan berbangga ria, hingga tak sadar menjadikan semua amal hilang tak be...

Ciptakan Bonding Yang tak Biasa

Gambar
Jadwal telepon dari si sulung di asrama menjadi penantian setiap pekannya. Aktivitas 1 pekan akan tertuang dengan runut dalam satu jam kami bersua lewat udara itu. Pekan kemarin, karena beberapa hal, jadwal telepon terlewat. Artinya, harus menunggu pekan ini untuk bisa mendengar suaranya. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jadwal telpon kali ini tidak seperti biasanya. Feeling seorang ibu mengatakan, bahwa hari ini dia harus menelpon. Satu pekan ini perasaan saya sedikit membiru. Hati kecil saya mengatakan kalau ada yang harus segara dia sampaikan, ada yang harus dia ceritakan. Saya merasa, kondisi hatinya sedang rumit. Ada beban yang harus segera dia bagi dengan kami, orangtuanya. Apalagi besok jadwal USBN pertama. Tapi, bukan, bukan tentang USBN. Entahlah, saya merasa yakin ada hal lain. Tapi, sayang. Di jadwal biasa dia menelpon ini, ponsel saya tidak kunjung berdering sebagai tanda panggilan awal bahwa dia siap kami telpon balik. Ketika mencoba mendahului menelpon pun, ternya...

Jangan Tinggalkan Peranmu, Ayah..

Gambar
Sempat salah fokus ketika membaca sebuah caption bertema keberhasilan anak-anak meraih prestasi dalam sebuah status yang melintas di beranda timeline facebook. Dituliskan jelas pada caption, bahwa yang awal menghantarkan anak-anak itu memasuki sekolahnya hingga meraih pretasinya sekarang adalah sosok ibu. Ya, hanya tertulis ibu. Lalu sosok ayah ? Apakah ayah mereka tidak memiliki peran dalam memilihkan sekolah lalu mengantarkan anaknya memasuki sekolah tersebut? Ataukah tidak ada peran ayah sama sekali dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya ? Ataukah juga malah tak ada sebersit doa pun dari ayah mereka yang bisa menjadi kunci taqdir keberhasilan anak-anak mereka itu ? Saya tidak tahu, apakah memang realita dari status tersebut memang mengetahui bahwa hanya ibu-ibu anak itulah yang berperan dalam pendidikan hingga keberhasilan anak-anak tersebut ataukah hanya selintas gambaran umum yang dijumpai, bahwa biasanya para ibu lah yang memegang peranan besar dalam pendidi...

Berapa Lama kita akan bersama di dunia ini, nak...?:(

Setelah Zaheed masuk SD, dalam 1 minggu ada 5 hari yg terasa lebih sepi.  Za dan Zaheed berangkat sekolah jam 6.00 pagi, sampai di rumah lagi jam 15.00. Pulang sekolah, mereka istirahat sebentar, mandi, shalat ashar. Khusus zaheed, setelah itu sering minta ijin main sepeda, atau main ke lapangan dekat masjid kompleks.  Saat masih TK, jam 11 zaheed sudah di rumah, sehingga waktu ngobrol dan main dengan dia lebih lama.Ppaling seneng kalo ngobrol dengan nya. Trus dilanjut ba'da shalat isya , sambil belajar ngobrol dengan zaD diskusi macem2, mulai dari bahasan sederhana sampai urusan politik , mereka nyambung juga kalau diajak diskusi.Paling seru kalau mereka habis membaca atau dibacakan buku . semua isi buku ditanyakan hingga detail, minta penjelasan lanjut, minta diberi contoh konkret dan lain-lain . Sekarang , 5 hari dalam seminggu kurang lebih 8 jam, hanya aktivitas dengan Husna, mengaktifkan semi HS nya di rumah. Husna juga keliatan kehilangan dengan ketia...

8 Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Gambar
Rating: ★★★★ Category: Other Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA. Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di Kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan....