Postingan

Menampilkan postingan dengan label keluarga

Pembebasan Konstantinopel; Sentuhan Cinta Ibu Dalam Doa Dan Harap

Gambar
Hari ini, 570 tahun yang lalu, bertepatan dengan 29 Mei 1453, Sultan Muhammad II Al Fatih bersama pasukannya berhasil menembus Konstantinopel melalui pintu Erdine dan mengibarkan bendera Turki Utsmani di puncak kota. Sultan Muhammad Al Fatih kemudian menaiki kudanya dan memasuki kota menuju Gereja Hagia Sophia. Beliau melaksanakan sholat di dalamnya dan mengubah bangunan tersebut menjadi masjid. Sultan Muhammad II Al Fatih adalah penguasa Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang visioner, kuat dan tawadhu. Ahli dalam bidang militer, sains, dan matematika, juga seorang penghafal Quran.   Pada usia 21 tahun, penguasa yang sangat menghormati ulama ini telah berhasil menguasai 6 bahasa. Ia pun menjadi salah satu pemimpin besar dalam sejarah Islam.   Sebagai seorang ibu, dalam menapaktilasi sejarah ini, tentu tak luput pula saya menandai peran luar biasa dari seorang ibunda Muhammad Al Fatih, Huma hatun....

Daring, Nikmati Saja Dengan Bahagia

Gambar
Beberapa waktu membersamai anak-anak online dari rumah, satu-satunya yang mungkin bisa dianggap sedikit 'berat' adalah ketika kami semua harus mengkondisikan hati, saling mengalah dalam hal penggunaan laptop atau hp, apalagi saat qadarullah ada jadwal zoom / google meeting bersamaan untuk kami yang WFH ( work from home  ) dan mereka yang SFH ( school from home ) karena jumlah laptop atau hp yang terbatas.  Belum lagi, saat beberapa kali mesti scrool panjang atau salah baca info karena salah ruang grup komunikasi, baik untuk orangtua dan anak-anak di wa dan telegram. Karena memang, 3 anak di rumah tetap belum kami fasilitasi dengan hp dan nomor sendiri alias masih ngikut dengan nomor hp abi atau umminya. Tapi, sejauh ini alhamdulillah sih, masih aman dan terkendali. Untuk jadwal masuk kelas online, alhamdulillah  mereka sudah mandiri. Sesekali diingatkan ketika mendekati jam masuk tapi mereka masih berkutat dengan aktivitas lain. Sebelum shubuh mereka harus sudah mulai ...

Keluarga Indonesia Hebat, Rahim Hangat Pemimpin Bermartabat

Gambar
Keluarga adalah rahim sebuah peradaban bangsa. Sebagai institusi kehidupan yang paling kecil, keluarga adalah kawah mega proyek kepemimpinan sebuah negara dimana sejatinya akan lahir generasi - generasi emas bangsa yang kelak tercatat sejarah keindahannya oleh semesta. Ibnu Sina, dalam sebuah bukunya; As Siyasah, bertutur tentang pentingnya peran keluarga, susunan rumah tangga dan pendidikan bagi keberlangsungan sebuah negara. Ketiganya memang memiliki bahasan masing-masing, namun Ibnu Sina memandang bahwa ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dari negara, Jadi, bicara tentang sosial politik adalah sekaligus akan membicarakan keluarga, rumah tangga dan pendidikan. ( Ensiklopedi Leadership & Manajemen Muhammad SAW ) Ya, bicara tentang negara artinya kita akan membicarakan pula tentang keluarga. Bisa dikatakan bahwa keluarga adalah sumber utama dan sumber inspirasi sebuah negara. Sebuah negara yang baik dan tangguh akan dibangun oleh keluarga dan rumah tangga yang juga baik. I...

Doa Dan Cinta Untuk Mereka ; Cahaya Mata

Gambar
Robbana.. Mohon kelembutan hati untuk anak-anak kami, agar hidayah mampu menembus relung jiwa untuk mampu mengatasi semua kekurangan dan kelemahan iman yang ada pada anak- anak kami. Lembutkan hati-hati mereka, karena hanya Engkau Penguasa setiap hati-hati makhluk Mu. Lembutkan pula hati-hati kami, orangtua mereka. Jangan jadikan kami orangtua yang berrputus asa, bahkan abai atas semua kekurangan dan kelemahan. Istiqomahkan kami untuk terus melakukan perbaikan dan sentiasa bermuhasabah kepadaMu. Serta, jadikan kami senantiasa bertawakkal padaMu.. Robbana.. Jika ada keshalihan iman dan beragam kebaikan yang anak anak kami pancarkan, mohon Istiqomahkan keshalihan dan kebaikan itu hingga usia menjemput mereka, dan kelak menghadapMu dengan husnul khotimah. Karena sungguh, semua keshalihan dan kebaikan mereka adalah semata atas izin dan keridhoanMu. Jangan jadikan hati mereka juga hati kami orangtuanya menjadi jumawa bahkan berbangga ria, hingga tak sadar menjadikan semua amal hilang tak be...

Pandemi & Ujian Rumah Tangga

Gambar
WFH ( Work From Home ) dimasa pandemi covid-19. Full 24 jam, 7 hari tanpa jeda, karena lintas traffic ruang konsultasi keluarga yang juga meningkat drastis ( Makanya sering nyambi promosi jualan buku sebagai refresh, supaya sigap terus menerima mereka yang ingin mengeluarkan prahara hati 😷😷) Ya, masa pandemi hari ini, seolah menjadi medan ujian 'maha berat' untuk para keluarga/rumah tangga. Masalah ekonomi, kejenuhan dan ragam konflik yang hadir dengan intensitas tak biasa di masa seperti ini seolah menjadi suluh-suluh api yang siap membakar bangunan rumah tangga karena tak sigap, cepat atau tepat mengatasinya. Kebersamaan suami istri setiap saat hari ini, ternyata tak selalu menghadirkan warna hari yang indah. Masih banyak dari mereka yang tak siap bergelut dengan warna hati yang tetiba sering mengeruh saat ruang-ruang perbedaan sering nampak mencolok diantara mereka dan ketika ruang-ruang rindu seolah menutup berganti bosan yang menyusup masuk.  Jika tak segera diatasi, jik...

Mari Luaskan Empati Tak Bertepi Kita

Gambar
" Bu, katanya korona bikin anak-anak ga bisa masuk sekolah kaya biasa ya ? " trus katanya juga mending suruh hum skoling daripada masuk sekola entar kena korona.  Itu gimana caranya ya bu? " " Kudu pake hp atawa laptop gitu ya? Kl gak punya, mesti gimana ya bu?  " Mesti beli paket internet brp lagi kira-kita ya bu buat belajar di rumah lagi kaya gitu ?" " kl hum skoling, ntar anak-anak belajarnya ama siapa bu ? " " Ya Alloh .. Kita bs apa bu? Lulus sekolah juga nggak. Makanya biarin anak-anak belajar ke sekolah ama bapak ibu guru yang ilmunya ada." " Sy mesti jualan ama bapaknya anak-anak, bu tiap hari. Pergi hbs shubuh, sampe rumah udah sore. Kalo sy gak ikut dagang, bapaknya lebih susah nnt buat cukupin beli beras ama lauk makan anak-anak juga tiap hari. Tapi, entar anak belajarnya gimana kalau mesti ama saya juga ya ? " Anak 5 bu. Hape cuma ada 2, punya sy ama bapaknya. Itu jg sering ga ada pulsa. Gimana kl belajarnya mesti...

Cegah Selingkuh; Bersabarlah Menjaga Mata & Hati

Gambar
Setiap menerima konsultasi masalah rumah tangga, perselingkuhan menempati urutan teratas yang menjadi akar penyebabnya. Bukan kasus 'unik', karena memang sudah banyak terjadi. Kisah akhirnya pun banyak yang lebih memilukan hati, ketimbang beberapa kisah 'serupa' yang beberapa kali viral di jagad permedsosan. Umumnya, dari banyak kejadian perselingkuhan ( catat ya, per-se-ling-ku-han ), penyebab intinya sama. Yaitu, ketika seorang laki-laki tidak mampu menjaga mata dan hatinya serta perempuan yang tidak mampu menjaga diri, hingga tergadai 'izzah dan 'iffahnya. Andai semua laki-laki menjejak pada teladan seorang Nabi Yusuf dan semua perempuan menguatkan diri seperti seorang Maryam, mungkin syetan pun akan sangat sulit mengacaukan mereka, ya. "Yee, laki-laki zaman sekarang mana ada yang bisa kaya nabi Yusuf, dan perempuan zaman sekarang juga nggak ada yang seperti Maryam, kalee. " Eits, yang keluar malah apologi seperti itu,deh. Well, kalau dipiki...

Pernikahan, Tunggulah Masanya Dengan Indah

Gambar
Ketika banyak yang bertanya," Mbaa, memang nikahnya umur berapa, sih ? Kok udah 17 tahun aja usia pernikahannya hari ini ?" " Umur 21 tahun.." " Haa ? kok bisa cepet sih dapat jodohnya ? caranya gimana ?" Waduh, kalau itu jangan pernah ditanyakan kepada manusia, ya..😅 Karena jodoh adalah satu taqdir kehidupan anak manusia yang sudah Allah tentukan jadwal kedatangannya. Tidak sedang diharapkan atau ditunggu-tunggu agar datang cepat, jika memang sudah waktunya, kehadirannya pun tidak mungkin ditolak. Pun, saat begitu ditunggu-tunggu sedemikian rupa sampai hati tak karuan rasanya, bahkan  jungkir balik pasang pengumuman mencari jodoh pun dilakoni,  yaa...kalau memang belum saatnya, nggak akan datang juga...😆 Yang pasti nih, mintalah kepada Allah, agar ketika ketentuan jodoh itu datang, kita dalam keadaan sebaik-baik Iman, sebaik baik niat dan sebaik-baik kesiapan diri untuk menjalani bahtera pernikahan. Karena sejatinya, pernikahan bukanlah sebuah ta...

Tegaplah Meraih Harapan Itu, Nak !

Gambar
Cita-cita dan harapan adalah motivasi yang akan selalu menumbuhkan semangat, mengakarkan ikhtiar hingga menjulang tanpa henti. Saat langkah dalam menjalani prosesnya mengalami kelelahan dan keputusasaan, cita dan harapan yang dipupuk sejak lama akan menjadi sebuah alarm kehidupan yang memberi sinyal, bahwa kita hanya perlu istirahat sejenak untuk kemudian kembali bangkit melanjutkan perjalanan menuju tujuan.  Saat keterbatasan atau ragam kekurangan terasa berat membayangi perjalanan, cita dan harapan yang diukir akan menjadi sebuah lecutan diri, bahwa Allah pasti akan hadirkan pintu-pintu kemudahan dan memunculkan potensi-potensi istimewa yang masih tersembunyi belum termaksimalkan.  Cahaya-cahaya mata.. Jalan ini memiliki tabiat serius dan sangat jauh dari santai. Sejarah mencatat banyak peristiwa besar dan luar biasa jika diukur dari sisi kemanusiaan. Cita dan tekad mereka jauh melampaui kungkungan keterbatasan fisik dan manusiawi sebagai insan. Ingatlah seorang s...

Dua Hati Bersaudara

Gambar
Kakak adik dengan karakter dan passion yang juga saling berbeda. Si sulung yang mantap sekali untuk menekuni ilmu syariah, khususnya tafsir hadist, sedang si tengah lanang yang mantap juga untuk mempelajari teknik mesin beserta dunianya. Nah, bisa dibayangkan,ya kalau kita sedang ngobrol. Yang satu bahan obrolannya ke ujung sana, yang satu ke ujung sini. Simpul otak umminya mesti bisa nyambung dengan obrolan keduanya. Walau jujur sih, yang paling membutuhkan usaha itu adalah saat diajak ngobrol si tengah, karena banyak kosakata teknik atau mesin yang nyaris nggak pernah umminya denger bahkan tak pernah berminat mencari tahu tentangnya. Iya, tentang mobil dan segala jenis mesinnya plus hal-hal yang berkaitan dengannya. Tapi, ya balik lagi, umminya mesti terlihat ikut menguasai obrolannya, walau beberapa kali dengan manis umminya seolah 'menguji' dia, padahal sejatinya umminya sedang "mencari jawaban". Nah, lho, hahaha. Beda dengan abinya yang bisa langsung ...

Ayah; Pondasi Tiang Peradaban Umat Yang Terabaikan

Ada sosok Ibrahim dibalik istimewanya Sarah dan Hajar dalam mewujud sebagai perempuan-perempuan pilihan Allah. Ada sosok Rasulullah dibalik istimewanya para ummahatul mukminin menjalani perannya sebagai madrasah umat. Suami & istri, dua sosok yang menjalankan peran saling melengkapi dan menyempurnakan sebuah tujuan pernikahan yang bermisi membangun bangunan bernama keluarga. Dan tentu saja, bangunan itu hanya akan berdiri dengan kukuh dan indah ketika suami dan istri bisa bersinergi dengan serasi. Bersinergi dimulai dari pembentukan karakter, membangun kesamaan persepsi serta hal-hal kecil sekalipun yang semuanya berpangkal dari luasnya hati teriring ilmu serta kesadaran akan peran-peran mereka dalam mewujudkan bangunan keluarga tersebut. Maka, pembinaan-pembinaan yang bertujuan mengokohkan bangunan keluarga, haruslah menyentuh pada dua sosok pembentuk keluarga itu sendiri tanpa terkecuali, yaitu suami dan istri. Keduanya harus pula mendapat porsi pembinaan yang sama, walau mungki...

Ciptakan Bonding Yang tak Biasa

Gambar
Jadwal telepon dari si sulung di asrama menjadi penantian setiap pekannya. Aktivitas 1 pekan akan tertuang dengan runut dalam satu jam kami bersua lewat udara itu. Pekan kemarin, karena beberapa hal, jadwal telepon terlewat. Artinya, harus menunggu pekan ini untuk bisa mendengar suaranya. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jadwal telpon kali ini tidak seperti biasanya. Feeling seorang ibu mengatakan, bahwa hari ini dia harus menelpon. Satu pekan ini perasaan saya sedikit membiru. Hati kecil saya mengatakan kalau ada yang harus segara dia sampaikan, ada yang harus dia ceritakan. Saya merasa, kondisi hatinya sedang rumit. Ada beban yang harus segera dia bagi dengan kami, orangtuanya. Apalagi besok jadwal USBN pertama. Tapi, bukan, bukan tentang USBN. Entahlah, saya merasa yakin ada hal lain. Tapi, sayang. Di jadwal biasa dia menelpon ini, ponsel saya tidak kunjung berdering sebagai tanda panggilan awal bahwa dia siap kami telpon balik. Ketika mencoba mendahului menelpon pun, ternya...

Jangan Tinggalkan Peranmu, Ayah..

Gambar
Sempat salah fokus ketika membaca sebuah caption bertema keberhasilan anak-anak meraih prestasi dalam sebuah status yang melintas di beranda timeline facebook. Dituliskan jelas pada caption, bahwa yang awal menghantarkan anak-anak itu memasuki sekolahnya hingga meraih pretasinya sekarang adalah sosok ibu. Ya, hanya tertulis ibu. Lalu sosok ayah ? Apakah ayah mereka tidak memiliki peran dalam memilihkan sekolah lalu mengantarkan anaknya memasuki sekolah tersebut? Ataukah tidak ada peran ayah sama sekali dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya ? Ataukah juga malah tak ada sebersit doa pun dari ayah mereka yang bisa menjadi kunci taqdir keberhasilan anak-anak mereka itu ? Saya tidak tahu, apakah memang realita dari status tersebut memang mengetahui bahwa hanya ibu-ibu anak itulah yang berperan dalam pendidikan hingga keberhasilan anak-anak tersebut ataukah hanya selintas gambaran umum yang dijumpai, bahwa biasanya para ibu lah yang memegang peranan besar dalam pendidi...

Temani Mimpi Dan Cita-Cita Mereka

Gambar
Menatap photo-photo ini di layar monitor, saat rehat sejenak dari memainkan jari merangkai aksara. Tetiba, alunan rindu dan untaian doa terapal untuk cahaya-cahaya mata nun jauh disana, yang sementara waktu harus berpisah berjuang di kawah peradaban. Mereka yang hari ini sedang menjalani sebagian episode kehidupannya, sebuah tahapan ikhtiar persiapan menggapai impiannya. Impian, harapan & cita-cita yang dirajut sejak usia mereka masih belia. Cita-cita dan harapan yang hingga kini pun belum pernah terdengar berubah, atau mungkin sedikit mengubah tujuan, misalnya. Harapan, yang mungkin saja memang tertanam dan terwaris dari setiap dialog-dialog cinta kami bersama mereka dahulu. Dialog-dialog yang sering kami lakukan sebagai ikhtiar menghantarkan mereka untuk menjadi sebaik baik hamba-Nya, yang kelak saat bertemu dengan Dia yang telah memilih kami untuk menitipkan mereka, kami pun sanggup mempertanggungjawabkan amanah-Nya. Maka, teringatlah akan beberapa kisah yang terus memotiva...

Semua berlaku atas kehendakNya

Gambar
Ternyata  ada yang masih tetep penasaran sedikit nih dengan Gontor , walaupun kemarin sudah dapat hasil pengumuman test di As Syifa yang menyatakan dia lulus..- alhamdulillah -. Hmm..Gontor PMB nya baru nanti bulan syawal sih ya...:) Ya, Za memang jatuh hati pertama kali dengan pesantren Gontor, seiring dengan keinginannya sejak lama, bahwa nanti bisa kuliah di Al Azhar, kairo. Dan peluang lulusan Gontor untuk kuliah disana memang sepertinya sangat besar. Tetapi akhirnya, setelah banyak diskusi dengan kami, menimbang banyak hal, termasuk jarak , akhirnya Za putuskan mencoba mengikuti tes seleksi d dua pesantren , Husnul Khotimah, kuningan dan As Syifa, Subang. Awalnya, dia berharap bisa masuk di Husnul, mengingat sebagian besar teman SD nya juga banyak yang mengikuti seleksi disana. Qadarullah, Allah tidak mengizinkan Za menjadi bagian dari kurang lebih 200 orang terpilih dari 1500 peserta seleksi masuk Husnul Khotimah. ( baca tulisan sebelumnya di http://feetreeum...

Saat Ikhtiar dan Doa Tak Sesuai Taqdir

Gambar
Awal tahun, episode pencarian sekolah lanjutan akan menjadi aktivitas umum di kalangan orangtua. Pilah pilih, ikut tes sana, ikut tes sini. Ikhtiar mencari yang terbaik, begitu pasti niat yang utama. Kemarin berbincang dengan seorang teman yang kebetulan juga sedang disibukkan dengan aktivitas mencari sekolah untuk anaknya. Qadarullah, di salah satu sekolah favorit yang jadi tujuannya, sang anak dinyatakan tidak lulus. Padahal, sekolah itu adalah sekolah yang paling diunggulkan oleh mereka dan sang orangtua pun dengan sangat yakin memastikan bahwa anak nya akan lulus test masuk. Maka obrolan kami setelah dia mendapatkan hasilnya itu diwarnai dengan berapi-apinya teman saya yang mengutarakan kekecewaannya. Sampai pada statement bahwa dia mendengar kabar dari orang-orang kalau ternyata di sekolah tersebut berlaku sistem nepotismeatau mendahulukan orang-orang terdekat dengan para petinggi-petinggi yayasan, serta pilih kasih dalam menentukan siswa yang lulus. " Seperti...

Inilah Yang Disebut Episode Cinta Mewaris Ilmu

Ketika melihat rak-rak buku di rumah , jadi teringat masa kecil. Dahulu, rumah kami yang sangat sederhana dipenuhi buku. Hanya ada satu ruangan di rumah yang berfungsi sebagai tempat kami berkumpul, makan , sholat dan mengaji bersama sekaligus sebagai ruang tamu dan ruang kerja bapak sebagai guru di sebuah sekolah dasar. Yang paling mencolok dari ruangan itu adalah sebuah lemari buffet , yang seharusnya berfungsi sebagai lemari pajangan, namun pada akhirnya beralih fungsi menjadi tempat buku-buku yang berjejer rapi, juga tumpuk menumpuk karena jumlah bukunya yang tidak sepadan dengan ukuran buffet. Termasuk satu meja kerja bapak di sudut ruangan yang juga dipenuhi dengan buku. Ya, saya terlahir dan besar dalam keluarga pecinta buku, khususnya bapak , yang rasa sukanya terhadap buku lebih dari orang kebanyakan. Sebagai seorang guru SD, setiap kali pulang mengajar bapak tidak pernah lupa membawa buku-buku dari perpustakaan sekolah untuk dipinjamkan kepada anak-anaknya. Dulu, tidak sem...