Postingan

Menampilkan postingan dengan label suami

Cegah Selingkuh; Bersabarlah Menjaga Mata & Hati

Gambar
Setiap menerima konsultasi masalah rumah tangga, perselingkuhan menempati urutan teratas yang menjadi akar penyebabnya. Bukan kasus 'unik', karena memang sudah banyak terjadi. Kisah akhirnya pun banyak yang lebih memilukan hati, ketimbang beberapa kisah 'serupa' yang beberapa kali viral di jagad permedsosan. Umumnya, dari banyak kejadian perselingkuhan ( catat ya, per-se-ling-ku-han ), penyebab intinya sama. Yaitu, ketika seorang laki-laki tidak mampu menjaga mata dan hatinya serta perempuan yang tidak mampu menjaga diri, hingga tergadai 'izzah dan 'iffahnya. Andai semua laki-laki menjejak pada teladan seorang Nabi Yusuf dan semua perempuan menguatkan diri seperti seorang Maryam, mungkin syetan pun akan sangat sulit mengacaukan mereka, ya. "Yee, laki-laki zaman sekarang mana ada yang bisa kaya nabi Yusuf, dan perempuan zaman sekarang juga nggak ada yang seperti Maryam, kalee. " Eits, yang keluar malah apologi seperti itu,deh. Well, kalau dipiki...

Ayah; Pondasi Tiang Peradaban Umat Yang Terabaikan

Ada sosok Ibrahim dibalik istimewanya Sarah dan Hajar dalam mewujud sebagai perempuan-perempuan pilihan Allah. Ada sosok Rasulullah dibalik istimewanya para ummahatul mukminin menjalani perannya sebagai madrasah umat. Suami & istri, dua sosok yang menjalankan peran saling melengkapi dan menyempurnakan sebuah tujuan pernikahan yang bermisi membangun bangunan bernama keluarga. Dan tentu saja, bangunan itu hanya akan berdiri dengan kukuh dan indah ketika suami dan istri bisa bersinergi dengan serasi. Bersinergi dimulai dari pembentukan karakter, membangun kesamaan persepsi serta hal-hal kecil sekalipun yang semuanya berpangkal dari luasnya hati teriring ilmu serta kesadaran akan peran-peran mereka dalam mewujudkan bangunan keluarga tersebut. Maka, pembinaan-pembinaan yang bertujuan mengokohkan bangunan keluarga, haruslah menyentuh pada dua sosok pembentuk keluarga itu sendiri tanpa terkecuali, yaitu suami dan istri. Keduanya harus pula mendapat porsi pembinaan yang sama, walau mungki...

Laki-laki, Penggenggam Kunci Surga Keluarga

Seorang pemuda yang baru saja menggenggam erat tangan laki-laki paruh baya dihadapannya diiringi barisan kalimat akad istimewa terucap menggetarkan yang tertulis sanggup menggucang ArsyNya, terlihat menahan airmata tumpah. Haru, bahagia namun menyelisip sesak seolah bercampur beban berat yang terasa mulai mendera. Sungguh, bukan ia tak bahagia. Tapi karena ia amatlah merasa luarbiasa , ketika pada akhirnya tersemat sebuah amanah di pundaknya. Gelar suami dari seorang wanita yang Allah pilihkan untuknya dengan segala kurang dan lebihnya, kini tersandang sudah. Kelak, akan bertambah pula status diri menjadi ayah untuk putra putrinya. Amanah sebagai Imam ( pemimpin ) untuk mereka mau tidak mau siap mengiringi semua statusnya saat ini. Pemimpin yang akan Allah mintakan pelaporannya dan diwajibkan pula pertanggungjawabannya. Maka ketika selesai akad terucap, bukan hanya suasana suka berbunga-bunga yang mestinya ia bayangkan, namun juga sebuah rancangan persiapan ekspedisi...