Postingan

Menampilkan postingan dengan label anak

Doa Dan Cinta Untuk Mereka ; Cahaya Mata

Gambar
Robbana.. Mohon kelembutan hati untuk anak-anak kami, agar hidayah mampu menembus relung jiwa untuk mampu mengatasi semua kekurangan dan kelemahan iman yang ada pada anak- anak kami. Lembutkan hati-hati mereka, karena hanya Engkau Penguasa setiap hati-hati makhluk Mu. Lembutkan pula hati-hati kami, orangtua mereka. Jangan jadikan kami orangtua yang berrputus asa, bahkan abai atas semua kekurangan dan kelemahan. Istiqomahkan kami untuk terus melakukan perbaikan dan sentiasa bermuhasabah kepadaMu. Serta, jadikan kami senantiasa bertawakkal padaMu.. Robbana.. Jika ada keshalihan iman dan beragam kebaikan yang anak anak kami pancarkan, mohon Istiqomahkan keshalihan dan kebaikan itu hingga usia menjemput mereka, dan kelak menghadapMu dengan husnul khotimah. Karena sungguh, semua keshalihan dan kebaikan mereka adalah semata atas izin dan keridhoanMu. Jangan jadikan hati mereka juga hati kami orangtuanya menjadi jumawa bahkan berbangga ria, hingga tak sadar menjadikan semua amal hilang tak be...

Ciptakan Bonding Yang tak Biasa

Gambar
Jadwal telepon dari si sulung di asrama menjadi penantian setiap pekannya. Aktivitas 1 pekan akan tertuang dengan runut dalam satu jam kami bersua lewat udara itu. Pekan kemarin, karena beberapa hal, jadwal telepon terlewat. Artinya, harus menunggu pekan ini untuk bisa mendengar suaranya. Berbeda dengan sebelum-sebelumnya, jadwal telpon kali ini tidak seperti biasanya. Feeling seorang ibu mengatakan, bahwa hari ini dia harus menelpon. Satu pekan ini perasaan saya sedikit membiru. Hati kecil saya mengatakan kalau ada yang harus segara dia sampaikan, ada yang harus dia ceritakan. Saya merasa, kondisi hatinya sedang rumit. Ada beban yang harus segera dia bagi dengan kami, orangtuanya. Apalagi besok jadwal USBN pertama. Tapi, bukan, bukan tentang USBN. Entahlah, saya merasa yakin ada hal lain. Tapi, sayang. Di jadwal biasa dia menelpon ini, ponsel saya tidak kunjung berdering sebagai tanda panggilan awal bahwa dia siap kami telpon balik. Ketika mencoba mendahului menelpon pun, ternya...

Jangan Tinggalkan Peranmu, Ayah..

Gambar
Sempat salah fokus ketika membaca sebuah caption bertema keberhasilan anak-anak meraih prestasi dalam sebuah status yang melintas di beranda timeline facebook. Dituliskan jelas pada caption, bahwa yang awal menghantarkan anak-anak itu memasuki sekolahnya hingga meraih pretasinya sekarang adalah sosok ibu. Ya, hanya tertulis ibu. Lalu sosok ayah ? Apakah ayah mereka tidak memiliki peran dalam memilihkan sekolah lalu mengantarkan anaknya memasuki sekolah tersebut? Ataukah tidak ada peran ayah sama sekali dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya ? Ataukah juga malah tak ada sebersit doa pun dari ayah mereka yang bisa menjadi kunci taqdir keberhasilan anak-anak mereka itu ? Saya tidak tahu, apakah memang realita dari status tersebut memang mengetahui bahwa hanya ibu-ibu anak itulah yang berperan dalam pendidikan hingga keberhasilan anak-anak tersebut ataukah hanya selintas gambaran umum yang dijumpai, bahwa biasanya para ibu lah yang memegang peranan besar dalam pendidi...

Bershabarlah Menyalakan Bara Mereka

Ibarat mengipasi arang untuk mengeluarkan api, begitulah saat kita harus menggesah seorang jiwa anak manusia yang sudah tercerabut potensinya, terluka jiwanya dan terkungkung dengan label-label negatif yang menghancurkan kepercayaan dirinya. Menghadapi anak atau remaja dalam kasus seperti ini, orangtua, guru dan orang di sekitarnya yang peduli dengannya seolah memang sedang mengipasi arang agar keluar nyala apinya. Diperlukan tenaga maksimal untuk mengayun kipas, kesahabaran menunggu dan juga sanggup menahan kebas-kebas di tangan, ketika arang belum juga menghasilkan api. Mungkin juga membutuhkan beberapa kali siraman minyak tanah untuk mempercepat keluarnya api, tapi tetap saja akan membutuhkan tenaga serta keshabaran untuk menunggu diluar perkiraan harapan.  Seorang anak dengan keadaan seperti arang ini memang harus terus dibantu agar bisa hadir kembali nyala semangatnya yang membakar. Semangat yang akan membakar jiwanya untuk kemudian sanggup memberikan peran tak hanya ...

Temani Mimpi Dan Cita-Cita Mereka

Gambar
Menatap photo-photo ini di layar monitor, saat rehat sejenak dari memainkan jari merangkai aksara. Tetiba, alunan rindu dan untaian doa terapal untuk cahaya-cahaya mata nun jauh disana, yang sementara waktu harus berpisah berjuang di kawah peradaban. Mereka yang hari ini sedang menjalani sebagian episode kehidupannya, sebuah tahapan ikhtiar persiapan menggapai impiannya. Impian, harapan & cita-cita yang dirajut sejak usia mereka masih belia. Cita-cita dan harapan yang hingga kini pun belum pernah terdengar berubah, atau mungkin sedikit mengubah tujuan, misalnya. Harapan, yang mungkin saja memang tertanam dan terwaris dari setiap dialog-dialog cinta kami bersama mereka dahulu. Dialog-dialog yang sering kami lakukan sebagai ikhtiar menghantarkan mereka untuk menjadi sebaik baik hamba-Nya, yang kelak saat bertemu dengan Dia yang telah memilih kami untuk menitipkan mereka, kami pun sanggup mempertanggungjawabkan amanah-Nya. Maka, teringatlah akan beberapa kisah yang terus memotiva...

Semua berlaku atas kehendakNya

Gambar
Ternyata  ada yang masih tetep penasaran sedikit nih dengan Gontor , walaupun kemarin sudah dapat hasil pengumuman test di As Syifa yang menyatakan dia lulus..- alhamdulillah -. Hmm..Gontor PMB nya baru nanti bulan syawal sih ya...:) Ya, Za memang jatuh hati pertama kali dengan pesantren Gontor, seiring dengan keinginannya sejak lama, bahwa nanti bisa kuliah di Al Azhar, kairo. Dan peluang lulusan Gontor untuk kuliah disana memang sepertinya sangat besar. Tetapi akhirnya, setelah banyak diskusi dengan kami, menimbang banyak hal, termasuk jarak , akhirnya Za putuskan mencoba mengikuti tes seleksi d dua pesantren , Husnul Khotimah, kuningan dan As Syifa, Subang. Awalnya, dia berharap bisa masuk di Husnul, mengingat sebagian besar teman SD nya juga banyak yang mengikuti seleksi disana. Qadarullah, Allah tidak mengizinkan Za menjadi bagian dari kurang lebih 200 orang terpilih dari 1500 peserta seleksi masuk Husnul Khotimah. ( baca tulisan sebelumnya di http://feetreeum...

Saat Ikhtiar dan Doa Tak Sesuai Taqdir

Gambar
Awal tahun, episode pencarian sekolah lanjutan akan menjadi aktivitas umum di kalangan orangtua. Pilah pilih, ikut tes sana, ikut tes sini. Ikhtiar mencari yang terbaik, begitu pasti niat yang utama. Kemarin berbincang dengan seorang teman yang kebetulan juga sedang disibukkan dengan aktivitas mencari sekolah untuk anaknya. Qadarullah, di salah satu sekolah favorit yang jadi tujuannya, sang anak dinyatakan tidak lulus. Padahal, sekolah itu adalah sekolah yang paling diunggulkan oleh mereka dan sang orangtua pun dengan sangat yakin memastikan bahwa anak nya akan lulus test masuk. Maka obrolan kami setelah dia mendapatkan hasilnya itu diwarnai dengan berapi-apinya teman saya yang mengutarakan kekecewaannya. Sampai pada statement bahwa dia mendengar kabar dari orang-orang kalau ternyata di sekolah tersebut berlaku sistem nepotismeatau mendahulukan orang-orang terdekat dengan para petinggi-petinggi yayasan, serta pilih kasih dalam menentukan siswa yang lulus. " Seperti...

Bait malam untuk anak-anak ku

Gambar
Rabbana.. Setiap menjelang tidur, saya menghampiri kembali kamar anak-anak menatap wajah mereka satu persatu. Dan , selalu akan mengalir bulir airmata, terbayang 1 hari yang baru saja terlewat Yaa rabb...masih saja ada hak mereka yg tidak sempurna tertunaikan..:( Ah, rasanya baru saja kemarin saya melahirkan mereka, menyusui mereka, menimang-nimang mereka, memandikan mereka. Waktu berlalu begitu cepat.. Maafkan ketidaksempurnaan seorang ib u untuk mu duhai anak-anakku Kututipkan sungguh penjagaan kalian padaNya ; Rabb Pemilik Jiwa kalian.. Semoga abi dan umi tidak menjadi penghalang kedekatan kalian denganNya.. Semoga abi dan umi tidak menjadi sebab kemarahan Allah pada kalian.. Semoga Allah Ridha taqdir kalian tertulis kelak sebagai penghuni JannahNya dengan segala amal kebaikan kalian...dan Allah kumpulkan kita bersama ..di dunia dan di akhirat Nya dengan limpahan Ampunan dan RahmatNya.. * Selamat beristirahat ayah bunda..jangan lupa sebelum tidur..lihatla...

Pesan Ini, Nak..Kutulis Untukmu..

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim Aku tapaki jalan ini penuh pinta, anakku. Kesenangan adalah impian yang kusimpan untuk kuminta pada Tuhan ketika tubuh ini sudah menjadi tulang belulang, sebab dunia terlalu pahit untuk diperebutkan. Tak ada yang abadi dari permainan dunia, sebagaimana hidup ini juga tidak abadi. Banyak sudah manusia yang mati. Dan kita hanya menunggu kematian dipergilirkan. Mengenangkan orang-orang tercinta, anakku, adalah rasa hina karena tak sanggup membalaskan kebaikan-kebaikan mereka semua. Betapa mudah hati lupa oleh kenikmatan yang tak seberapa ini. Lupa asal-usul, lupa tempat kembali sesudah mati, dan lupa pada tujuan penciptaan ini. Maka aku pesankan, anakku, arahkanlah pandangan mata hatimu kepada hidup sesudah mati. Dan bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah saat untuk bersiap-siap… Aku tapaki jalan ini penuh airmata, anakku. Aku pernah sakit berbulan-bulan dengan jantung yang sedikit bermasalah. Aku akhirnya bisa bangkit ketika aku belajar melupakan rasa sa...

Jika Anak Bertanya Tuhan Ada Dimana?

Jika Anak Bertanya Tuhan Ada Dimana? (disadur dari warnaislam.com) Pertanyaan: Assalamu’alaikum wr. Wb. Begini ustadz, saya adalah seorang guru di TK. Ada anak yang bertanya tentang keberadaan Allah, misalnya dengan pertanyaan: Allah ada di mana? Di mana rumahnya? Wajahnya seperti apa? Nah, mohon penjelasan dari ustadz bagaimana saya harus bisa memberikan jawaban yang pas dan bisa dimengerti oleh mereka? Terima kasih ustadz atas jawabannya. Wassalamu’alaikum wr. Wb. sholikah Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allah adalah tuhan kita, namun kita tidak mungkin mengenal diri-Nya, kecuali Dia sendiri yang memperkenalkan kita. Termasuk keberadaan diri-Nya, kita tidak pernah tahu dan tidak akan pernah tahu. Memang terkadang kita mendengar ada ungkapan orang seperti Tuhan ada pada diri kita ini, atau tuhan ada di hati. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa tuhan ada di mana-mana di segala tempat. Tetapi kalau kita mau sedikit kritis, sebenarnya dua ungkapan di atas kurang t...