Postingan

Menampilkan postingan dengan label tarbiyatul awlad

Saat Ikhtiar dan Doa Tak Sesuai Taqdir

Gambar
Awal tahun, episode pencarian sekolah lanjutan akan menjadi aktivitas umum di kalangan orangtua. Pilah pilih, ikut tes sana, ikut tes sini. Ikhtiar mencari yang terbaik, begitu pasti niat yang utama. Kemarin berbincang dengan seorang teman yang kebetulan juga sedang disibukkan dengan aktivitas mencari sekolah untuk anaknya. Qadarullah, di salah satu sekolah favorit yang jadi tujuannya, sang anak dinyatakan tidak lulus. Padahal, sekolah itu adalah sekolah yang paling diunggulkan oleh mereka dan sang orangtua pun dengan sangat yakin memastikan bahwa anak nya akan lulus test masuk. Maka obrolan kami setelah dia mendapatkan hasilnya itu diwarnai dengan berapi-apinya teman saya yang mengutarakan kekecewaannya. Sampai pada statement bahwa dia mendengar kabar dari orang-orang kalau ternyata di sekolah tersebut berlaku sistem nepotismeatau mendahulukan orang-orang terdekat dengan para petinggi-petinggi yayasan, serta pilih kasih dalam menentukan siswa yang lulus. " Seperti...

Terus menulis , nak...

Gambar
"Ummii....kata asma, puisi za masuk majalah ummi lho...beliin dong mi majalahnya " pulang acara ahad kemarin, za langsung laporan. "Edisi Juni?  "iya.." " Kok asma udah tahu? kan skrg masih tgl 30 mei. Memang udah keluar yang edisi Juni ?" tetiba umminya ingin iseng "Udah mi..asma kan umminya langganan..katanya udah datang majalahnya. trus lihat ada puisi za disana .." "Ooh...nggak salah lihat nama ?" ummi nya masih iseng. Padahal sih memang sejak 2 bulan lalu sudah diinfo dari majalah ummi nya, memberitahu kalau memang tulisan puisi za akan masuk di edisi Juni. Tapi, abi dan ummi nya sengaja nggak bilang dulu ke Za, biar nanti surprised aja saat beli majalahnya dan dia lihat sendiri. Eeh...ternyata...temannnya udah ada yang duluan lihat...:D Karena ahad loper majalah langganannya tutup, akhirnya baru senin sore Majalah Ummi edisi Juni dibelikan abi za. Itupun, sudah sejak siang ditunggu dengan tidak shabar o...

Berapa Lama kita akan bersama di dunia ini, nak...?:(

Setelah Zaheed masuk SD, dalam 1 minggu ada 5 hari yg terasa lebih sepi.  Za dan Zaheed berangkat sekolah jam 6.00 pagi, sampai di rumah lagi jam 15.00. Pulang sekolah, mereka istirahat sebentar, mandi, shalat ashar. Khusus zaheed, setelah itu sering minta ijin main sepeda, atau main ke lapangan dekat masjid kompleks.  Saat masih TK, jam 11 zaheed sudah di rumah, sehingga waktu ngobrol dan main dengan dia lebih lama.Ppaling seneng kalo ngobrol dengan nya. Trus dilanjut ba'da shalat isya , sambil belajar ngobrol dengan zaD diskusi macem2, mulai dari bahasan sederhana sampai urusan politik , mereka nyambung juga kalau diajak diskusi.Paling seru kalau mereka habis membaca atau dibacakan buku . semua isi buku ditanyakan hingga detail, minta penjelasan lanjut, minta diberi contoh konkret dan lain-lain . Sekarang , 5 hari dalam seminggu kurang lebih 8 jam, hanya aktivitas dengan Husna, mengaktifkan semi HS nya di rumah. Husna juga keliatan kehilangan dengan ketia...

Bait malam untuk anak-anak ku

Gambar
Rabbana.. Setiap menjelang tidur, saya menghampiri kembali kamar anak-anak menatap wajah mereka satu persatu. Dan , selalu akan mengalir bulir airmata, terbayang 1 hari yang baru saja terlewat Yaa rabb...masih saja ada hak mereka yg tidak sempurna tertunaikan..:( Ah, rasanya baru saja kemarin saya melahirkan mereka, menyusui mereka, menimang-nimang mereka, memandikan mereka. Waktu berlalu begitu cepat.. Maafkan ketidaksempurnaan seorang ib u untuk mu duhai anak-anakku Kututipkan sungguh penjagaan kalian padaNya ; Rabb Pemilik Jiwa kalian.. Semoga abi dan umi tidak menjadi penghalang kedekatan kalian denganNya.. Semoga abi dan umi tidak menjadi sebab kemarahan Allah pada kalian.. Semoga Allah Ridha taqdir kalian tertulis kelak sebagai penghuni JannahNya dengan segala amal kebaikan kalian...dan Allah kumpulkan kita bersama ..di dunia dan di akhirat Nya dengan limpahan Ampunan dan RahmatNya.. * Selamat beristirahat ayah bunda..jangan lupa sebelum tidur..lihatla...

Membangkitkan Semangat Anak

Heri Hendrayana. Lahir dalam keadaan normal, lengkap kaki dan tangan. Masa kecilnya dihabiskan di antara tumpukan buku-buku bergizi, permainan yang penuh semangat dengan teman-teman sebaya, dan curahan perhatian serta kasih sayang berlimpah dari kedua orangtuanya. Bapak Ibunya berasal dari kultur berislam yang berbeda. Begitu ia pernah bertutur kepada saya seusai shalat berjamaah di atas pesawat yang mengantar kami ke negeri Nabi Musa ‘Alaihissalaam, Mesir. Lebih penting dari itu, orangtuanya membesarkan Heri dengan wawasan luas, pendidikan terbaik dan kasih sayang yang sangat besar. Keduanya membesarkan dengan semangat religius yang kuat. Umur sepuluh tahun adalah saat paling bersejarah baginya. Tepatnya 5 Oktober 1973, si kutu buku ini jatuh dari pohon setinggi tiga meter. Tangan kirinya patah. Sikut ke bawah jatuh terkulai seperti pelepah pohon pisang yang tanggal. Karena keadaan yang parah, tak ada pilihan lain untuk menyembuhkan kecuali dengan memotong tangannya. Diamputasi. Ya, a...

Pesan Ini, Nak..Kutulis Untukmu..

Penulis: Mohammad Fauzil Adhim Aku tapaki jalan ini penuh pinta, anakku. Kesenangan adalah impian yang kusimpan untuk kuminta pada Tuhan ketika tubuh ini sudah menjadi tulang belulang, sebab dunia terlalu pahit untuk diperebutkan. Tak ada yang abadi dari permainan dunia, sebagaimana hidup ini juga tidak abadi. Banyak sudah manusia yang mati. Dan kita hanya menunggu kematian dipergilirkan. Mengenangkan orang-orang tercinta, anakku, adalah rasa hina karena tak sanggup membalaskan kebaikan-kebaikan mereka semua. Betapa mudah hati lupa oleh kenikmatan yang tak seberapa ini. Lupa asal-usul, lupa tempat kembali sesudah mati, dan lupa pada tujuan penciptaan ini. Maka aku pesankan, anakku, arahkanlah pandangan mata hatimu kepada hidup sesudah mati. Dan bahwa sesungguhnya kehidupan ini hanyalah saat untuk bersiap-siap… Aku tapaki jalan ini penuh airmata, anakku. Aku pernah sakit berbulan-bulan dengan jantung yang sedikit bermasalah. Aku akhirnya bisa bangkit ketika aku belajar melupakan rasa sa...

Jika Anak Bertanya Tuhan Ada Dimana?

Jika Anak Bertanya Tuhan Ada Dimana? (disadur dari warnaislam.com) Pertanyaan: Assalamu’alaikum wr. Wb. Begini ustadz, saya adalah seorang guru di TK. Ada anak yang bertanya tentang keberadaan Allah, misalnya dengan pertanyaan: Allah ada di mana? Di mana rumahnya? Wajahnya seperti apa? Nah, mohon penjelasan dari ustadz bagaimana saya harus bisa memberikan jawaban yang pas dan bisa dimengerti oleh mereka? Terima kasih ustadz atas jawabannya. Wassalamu’alaikum wr. Wb. sholikah Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Allah adalah tuhan kita, namun kita tidak mungkin mengenal diri-Nya, kecuali Dia sendiri yang memperkenalkan kita. Termasuk keberadaan diri-Nya, kita tidak pernah tahu dan tidak akan pernah tahu. Memang terkadang kita mendengar ada ungkapan orang seperti Tuhan ada pada diri kita ini, atau tuhan ada di hati. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa tuhan ada di mana-mana di segala tempat. Tetapi kalau kita mau sedikit kritis, sebenarnya dua ungkapan di atas kurang t...

Membangun Kemampuan Bersosialisasi Pada Anak

Perkembangan anak meliputi segala perubahan yang terjadi pada anak, baik secara fisik, kognitif, emosi dan psikososial. Kemampuan anak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya terkait dengan perkembangan psikososialnya. Perlu dipahami bahwa setiap anak berbeda dan unik. Ada yang sulit dan ada yang mudah beradaptasi. Karena itu jika anak sudah cukup usianya, ada baiknya ia disekolahkan di taman kanak-kanak, TKA atau TPA. Namun, jika belum cukup umurnya, sering-seringlah anak diajak ke luar rumah sekalipun hanya di sekitar lingkungan rumahnya untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. Sebab, banyaknya teman dan interaksi akan membuatnya mudah belajar tentang perilaku sosial seperti berbagi, berempati, menolong teman, memahami dan mengerti antar sesama teman, serta harus mandiri. Dengan semakin banyak teman, anak pun akan kaya dengan pengalaman. Hal ini berbeda dengan anak seusianya yang jarang berinteraksi dengan teman sebayanya di sekitar rumah; ia akan cenderung menjadi ’raja’ a...

Kebahagiaan Anak VS Kebahagiaan Orang tua

Sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang anak berumur 20 bulan terdiam dan tertegun sewaktu dikatakan padanya ”Sesungguhnya kebahagiaan yang anda maksudkan dan ingin anda capai belum tentu membuat anak anda juga berbahagia” Itulah salah satu episod dari dialog yang terjadi pada salah satu sesi therapy. Saya yakin pembaca masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan muda tersebut. Insya Allah saya akan jelaskan jalan cerita lengkapnya. Sepasang suami istri yang energik merasa kehidupanya terlalu penuh beban dan tidak rileks. Keduanya pekerja keras, suami seorang karyawan pada perusahaan multi nasional sedangkan sang istri karyawati swasta. Mereka sepakat membangun impian mereka, perhitungan paling rasional impian mereka bisa terwujud dalam waktu kurang lebih 10 tahun. Mereka sepakat mewujudkannya dengan kerja keras dan kesungguhan. Sepintas apa yang mereka tekadkan sangat baik, bukan? Lalu apa pasal atau apa yang salah pada mereka. Begini, untuk mewujudkannya sa...

Qoulan Sadiida : untuk anak-anak kita

 Remaja. Pernah saya menelusur, adakah kata itu dalam peristilahan agama kita? Ternyata jawabnya tidak. Kita selama ini menggunakan istilah ‘remaja’ untuk menandai suatu masa dalam perkembangan manusia. Di sana terjadi guncangan, pencarian jatidiri, dan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terhadap masa-masa itu, orang memberi permakluman atas berbagai perilaku sang remaja. Kata kita, “Wajar lah masih remaja!” Jika tak berkait dengan taklif agama, mungkin permakluman itu tak jadi perkara. Masalahnya, bukankah ‘aqil dan baligh menandai batas sempurna antara seorang anak yang belum ditulis ‘amal dosanya dengan orang dewasa yang punya tanggungjawab terhadap perintah dan larangan, juga wajib, mubah, dan haram? Batas itu tidak memberi waktu peralihan, apalagi berlama-lama dengan manisnya istilah remaja. Begitu penanda baligh muncul, maka dia bertanggungjawab penuh atas segala perbuatannya; ‘amal shalihnya berpahala, ‘amal salahnya berdosa. Isma’il ‘alaihissalaam, adalah sebuah gambara...