Postingan

pesan untuk akhwat

Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: " Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…" Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…: Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya…. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya….. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya… Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan a...

Subhanallah, bilakah seluruh kader da'wah saling berlomba dan saling mengapresiasi setiap perkembangan tsaqofah para da'inya... Maka kelak disaat itu tidak ada lagi kebuntuan yang diakibatkan oleh piciknya pikir dan hampanya rasa dari butiran segar hawa Islam... Tidak ada lagi dengki yang membunuh akal dan mematikan jiwa... Kelak disaat itu hanya keikhlasan dari setiap kita untuk mengapresiasi segala tumbuh kembang dan kekuatan ruhiyyah seluruh kader tanpa adanya prasangka ataupun kedengkian yang hanya menjadikan mutiara semakin kusam tak tampak kemilaunya... Dibutuhkan kader da'wah yang tidak hanya profesional dibidangnya, namun juga memiliki wawasan yang luasnya menembus batas-batas Ilmu Pengetahuan yang dipelajarinya...agar mampu memecahkan permasalahan ummat yang multidimensi... ---------------

Surat Cinta dari Sahabat

 “…Layak kah seorang manusia mengatakan beriman padahal mereka belum (pernah) mendapatkan ujian..” Semoga Allah senantiasa menyayangi kita sebagai hamba-hamba Nya. sayang Nya Allah tentunya akan datang dengan cara yang bervariasi, kadang dengan keni’matan yang tidak terhingga menjadikan kita hamba yang bersyukur… Lain masa ada rasa sayang Nya yang datang dalam bentuk yang lain pula…, ujian, musibah dan kepayahan…hamba yang selalu berhusnudzon akan segera mencoba kembali mendekatkan dirinya kepada Allah dalam ‘baju kesabaran’.. Introspeksi diri, muhasabah jiwa dan bercermin dengan perilaku yang selama ini kita berikan kepada Nya, memenuhi hak-hak Nya, kewajiban dakwah dalam memperjuangkan hukum-hukum Nya…apakah diri kita sudah begitu sempurna untuk dikatakan sudah layak mendapatkan gelar muttaqin, padahal jiwa ini terasa kerdil dan kotor dengan segala keputus asaan dan ketidak ridhoan atas apa yang menimpa… Pantaskah diri ini mendapatkan ’service’ utama dari Allah, hanya karena kita su...

Pembebasan Konstantinopel; Sentuhan Cinta Ibu Dalam Doa Dan Harap

Gambar
Hari ini, 570 tahun yang lalu, bertepatan dengan 29 Mei 1453, Sultan Muhammad II Al Fatih bersama pasukannya berhasil menembus Konstantinopel melalui pintu Erdine dan mengibarkan bendera Turki Utsmani di puncak kota. Sultan Muhammad Al Fatih kemudian menaiki kudanya dan memasuki kota menuju Gereja Hagia Sophia. Beliau melaksanakan sholat di dalamnya dan mengubah bangunan tersebut menjadi masjid. Sultan Muhammad II Al Fatih adalah penguasa Turki Utsmani yang berhasil menaklukkan kekaisaran Romawi Timur atau Byzantium. Dia dikenal sebagai pemimpin Islam yang visioner, kuat dan tawadhu. Ahli dalam bidang militer, sains, dan matematika, juga seorang penghafal Quran.   Pada usia 21 tahun, penguasa yang sangat menghormati ulama ini telah berhasil menguasai 6 bahasa. Ia pun menjadi salah satu pemimpin besar dalam sejarah Islam.   Sebagai seorang ibu, dalam menapaktilasi sejarah ini, tentu tak luput pula saya menandai peran luar biasa dari seorang ibunda Muhammad Al Fatih, Huma hatun....

Islamic Boarding School atau Pesantren ?

Gambar
Tahun ini, si sulung menyelesaikan tahapan pendidikannya di sebuah Islamic Boarding School, di kota Subang. Tiga tahun di jenjang SMP dan berlanjut tiga tahun berikutnya di jenjang SMA. Si tengah juga akan berlanjut ke jenjang SMA dan si bungsu InsyaAllah juga mengawali jenjang SMP di tempat yang juga sama dengan kedua kakaknya. Islamic Boarding School atau Pesantren ? Sebenarnya kami tidak terlalu memusingkan makna boarding school atau pesantren. Buat kami, keduanya memang memiliki nama yang berbeda, namun sejatinya keduanya haruslah memiliki satu makna yang sama. Ketika sebagian orang menganggap bahwa Islamic Boarding School sangat berbeda dengan pesantren, kami tidaklah  demikian. Kami menganggap, keduanya adalah satu tempat dengan pendekatan pembinaan yang sama. Mereka semua adalah santri, entah apakah mereka menyebut tempat itu sebagai boarding school, bukan pesantren. Maka sejatinya, dalam sebuah lingkungan pendidikan berbasis boarding atau pesantren, yang akan dijalani...

Hadza Min Fadhli Robbi..

Gambar
Ramadhan tahun ini, istimewanya terasa lebih membuncah dari ramadhan-ramadhan sebelumnya. Tepat hari Jumat, 4 Ramadhan kemarin, si sulung menyampaikan kabar kalau ia sudah bisa menyelesaikan hafalannya dan tinggal menunggu prosesi simboliknya yang baru akan dilaksanakan beberapa hari kemudian menyesuaikan jadwal kegiatan boardingnya. 4 Ramadhan, bertepatan pula dengan hari kelahirannya berbilang tahun yang lalu.  Hadza min fadhli robbi.. Semoga Allah berkahi. Teringat dulu, selepas jenjang sekolah dasar ia memutuskan memilih melanjutkan sekolah di pesantren / boarding school yang tidak hanya fokus pada Alquran, tetapi juga mempelajari bidang ilmu-ilmu umum lainnya. Saat itu, ia sendiri yang berjanji pada dirinya, walaupun aktivitas di pesantren nanti akan membuatnya berjuang lebih keras untuk menghafal Alquran karena juga sekaligus mempelajari ilmu-ilmu umum lainnya, ia mengharuskan diri untuk bisa. Bukankah Alquran adalah juga pondasi keilmuan lainnya ? Bukankah seorang muslim ada...

Lintasan Rasa ; Pandemi Belum Mereda

Gambar
Qadarullah, rencana anak-anak kembali ke asrama pada semester genap dibatalkan. Proses 'karantina' mandiri yang disyaratkan sebelumnya untuk mereka kembali ke asrama,  dilanjut ikhtiar 'isoman', setelah  salah satu anggota keluarga besar kami ( kakak ) Allah ujikan dengan wabah covid dan harus mendapat perawatan di RS. Mohon doanya, semoga Allah segera angkat penyakitnya dan bisa segera kembali pulih serta Allah berikan pula kami sekeluarga kesehatan. Untuk anak-anak, artinya PJJ kembali akan berlanjut hingga akhir semester.  Kata mereka sih, nano-nano rasanya.  " Nggak terlalu sedih, nggak terlalu senang juga sih. Hmm..gimana ya jelasin perasaannya. Ya , manis, asin, asem gitu deh...? "🤣🤣 ( tuh, kaya permen nano-nano, kan ? ). Belajar dari pengalaman semester lalu, tampaknya mereka memang sudah lebih bisa siap menikmati proses PJJ nya,  'meluaskan rasa' untuk banyak hal yang pahit sekalipun. Eh, bukan mereka aja sih yang belajar. Kita semua, orangtu...