Postingan

Menampilkan postingan dengan label pendidikan

Islamic Boarding School atau Pesantren ?

Gambar
Tahun ini, si sulung menyelesaikan tahapan pendidikannya di sebuah Islamic Boarding School, di kota Subang. Tiga tahun di jenjang SMP dan berlanjut tiga tahun berikutnya di jenjang SMA. Si tengah juga akan berlanjut ke jenjang SMA dan si bungsu InsyaAllah juga mengawali jenjang SMP di tempat yang juga sama dengan kedua kakaknya. Islamic Boarding School atau Pesantren ? Sebenarnya kami tidak terlalu memusingkan makna boarding school atau pesantren. Buat kami, keduanya memang memiliki nama yang berbeda, namun sejatinya keduanya haruslah memiliki satu makna yang sama. Ketika sebagian orang menganggap bahwa Islamic Boarding School sangat berbeda dengan pesantren, kami tidaklah  demikian. Kami menganggap, keduanya adalah satu tempat dengan pendekatan pembinaan yang sama. Mereka semua adalah santri, entah apakah mereka menyebut tempat itu sebagai boarding school, bukan pesantren. Maka sejatinya, dalam sebuah lingkungan pendidikan berbasis boarding atau pesantren, yang akan dijalani...

Setiap Kita Adalah Pendidik

Gambar
Mendidik adalah merengkuh hati, menautkan rasa pada sepetak jiwa, menggoreskan bait-bait laku nan melanggengkan perangai yang diharapkan tumbuh membersamai setiap detik kehidupan anak manusia.  Mendidik adalah memahat hati dengan teramat hati-hati. Memoles jiwa dengan sepenuh rasa dan karsa. Sungguh, memang tak mudah melakoninya. Ia memerlukan ketulusan jiwa, keluasan hati dan kekuatan cinta.  Karena sejatinya, mendidik adalah menyelami hati dengan perjuangan panjang berliku nan melelahkan, yang tentunya juga memerlukan hati yang sepadan. Tak bisa disyaratkan dengan angka-angka diatas kertas sebagai nilai tulusnya pengabdian ataupun nominal-nominal pada slip kwitansi bernarasi imbalan. Tak cukup pula dihargai dengan lembar-lembar hasil sertifikasi sebagai bukti potensi  atau bertumpuk ijazah sebagai identitas kualitas diri. Mendidik seringkali membutuhkan kesahajaan dalam berharap penghargaan atau imbalan. Karena sejatinya, semua keikhlasan dan pengorbanan dal...

Daring, Nikmati Saja Dengan Bahagia

Gambar
Beberapa waktu membersamai anak-anak online dari rumah, satu-satunya yang mungkin bisa dianggap sedikit 'berat' adalah ketika kami semua harus mengkondisikan hati, saling mengalah dalam hal penggunaan laptop atau hp, apalagi saat qadarullah ada jadwal zoom / google meeting bersamaan untuk kami yang WFH ( work from home  ) dan mereka yang SFH ( school from home ) karena jumlah laptop atau hp yang terbatas.  Belum lagi, saat beberapa kali mesti scrool panjang atau salah baca info karena salah ruang grup komunikasi, baik untuk orangtua dan anak-anak di wa dan telegram. Karena memang, 3 anak di rumah tetap belum kami fasilitasi dengan hp dan nomor sendiri alias masih ngikut dengan nomor hp abi atau umminya. Tapi, sejauh ini alhamdulillah sih, masih aman dan terkendali. Untuk jadwal masuk kelas online, alhamdulillah  mereka sudah mandiri. Sesekali diingatkan ketika mendekati jam masuk tapi mereka masih berkutat dengan aktivitas lain. Sebelum shubuh mereka harus sudah mulai ...

Doa Dan Cinta Untuk Mereka ; Cahaya Mata

Gambar
Robbana.. Mohon kelembutan hati untuk anak-anak kami, agar hidayah mampu menembus relung jiwa untuk mampu mengatasi semua kekurangan dan kelemahan iman yang ada pada anak- anak kami. Lembutkan hati-hati mereka, karena hanya Engkau Penguasa setiap hati-hati makhluk Mu. Lembutkan pula hati-hati kami, orangtua mereka. Jangan jadikan kami orangtua yang berrputus asa, bahkan abai atas semua kekurangan dan kelemahan. Istiqomahkan kami untuk terus melakukan perbaikan dan sentiasa bermuhasabah kepadaMu. Serta, jadikan kami senantiasa bertawakkal padaMu.. Robbana.. Jika ada keshalihan iman dan beragam kebaikan yang anak anak kami pancarkan, mohon Istiqomahkan keshalihan dan kebaikan itu hingga usia menjemput mereka, dan kelak menghadapMu dengan husnul khotimah. Karena sungguh, semua keshalihan dan kebaikan mereka adalah semata atas izin dan keridhoanMu. Jangan jadikan hati mereka juga hati kami orangtuanya menjadi jumawa bahkan berbangga ria, hingga tak sadar menjadikan semua amal hilang tak be...

Mari Luaskan Empati Tak Bertepi Kita

Gambar
" Bu, katanya korona bikin anak-anak ga bisa masuk sekolah kaya biasa ya ? " trus katanya juga mending suruh hum skoling daripada masuk sekola entar kena korona.  Itu gimana caranya ya bu? " " Kudu pake hp atawa laptop gitu ya? Kl gak punya, mesti gimana ya bu?  " Mesti beli paket internet brp lagi kira-kita ya bu buat belajar di rumah lagi kaya gitu ?" " kl hum skoling, ntar anak-anak belajarnya ama siapa bu ? " " Ya Alloh .. Kita bs apa bu? Lulus sekolah juga nggak. Makanya biarin anak-anak belajar ke sekolah ama bapak ibu guru yang ilmunya ada." " Sy mesti jualan ama bapaknya anak-anak, bu tiap hari. Pergi hbs shubuh, sampe rumah udah sore. Kalo sy gak ikut dagang, bapaknya lebih susah nnt buat cukupin beli beras ama lauk makan anak-anak juga tiap hari. Tapi, entar anak belajarnya gimana kalau mesti ama saya juga ya ? " Anak 5 bu. Hape cuma ada 2, punya sy ama bapaknya. Itu jg sering ga ada pulsa. Gimana kl belajarnya mesti...

Jangan Tinggalkan Peranmu, Ayah..

Gambar
Sempat salah fokus ketika membaca sebuah caption bertema keberhasilan anak-anak meraih prestasi dalam sebuah status yang melintas di beranda timeline facebook. Dituliskan jelas pada caption, bahwa yang awal menghantarkan anak-anak itu memasuki sekolahnya hingga meraih pretasinya sekarang adalah sosok ibu. Ya, hanya tertulis ibu. Lalu sosok ayah ? Apakah ayah mereka tidak memiliki peran dalam memilihkan sekolah lalu mengantarkan anaknya memasuki sekolah tersebut? Ataukah tidak ada peran ayah sama sekali dalam memantau perkembangan pendidikan anak-anaknya ? Ataukah juga malah tak ada sebersit doa pun dari ayah mereka yang bisa menjadi kunci taqdir keberhasilan anak-anak mereka itu ? Saya tidak tahu, apakah memang realita dari status tersebut memang mengetahui bahwa hanya ibu-ibu anak itulah yang berperan dalam pendidikan hingga keberhasilan anak-anak tersebut ataukah hanya selintas gambaran umum yang dijumpai, bahwa biasanya para ibu lah yang memegang peranan besar dalam pendidi...