Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

Doa Dan Cinta Untuk Mereka ; Cahaya Mata

Gambar
Robbana.. Mohon kelembutan hati untuk anak-anak kami, agar hidayah mampu menembus relung jiwa untuk mampu mengatasi semua kekurangan dan kelemahan iman yang ada pada anak- anak kami. Lembutkan hati-hati mereka, karena hanya Engkau Penguasa setiap hati-hati makhluk Mu. Lembutkan pula hati-hati kami, orangtua mereka. Jangan jadikan kami orangtua yang berrputus asa, bahkan abai atas semua kekurangan dan kelemahan. Istiqomahkan kami untuk terus melakukan perbaikan dan sentiasa bermuhasabah kepadaMu. Serta, jadikan kami senantiasa bertawakkal padaMu.. Robbana.. Jika ada keshalihan iman dan beragam kebaikan yang anak anak kami pancarkan, mohon Istiqomahkan keshalihan dan kebaikan itu hingga usia menjemput mereka, dan kelak menghadapMu dengan husnul khotimah. Karena sungguh, semua keshalihan dan kebaikan mereka adalah semata atas izin dan keridhoanMu. Jangan jadikan hati mereka juga hati kami orangtuanya menjadi jumawa bahkan berbangga ria, hingga tak sadar menjadikan semua amal hilang tak be...

Mari Luaskan Empati Tak Bertepi Kita

Gambar
" Bu, katanya korona bikin anak-anak ga bisa masuk sekolah kaya biasa ya ? " trus katanya juga mending suruh hum skoling daripada masuk sekola entar kena korona.  Itu gimana caranya ya bu? " " Kudu pake hp atawa laptop gitu ya? Kl gak punya, mesti gimana ya bu?  " Mesti beli paket internet brp lagi kira-kita ya bu buat belajar di rumah lagi kaya gitu ?" " kl hum skoling, ntar anak-anak belajarnya ama siapa bu ? " " Ya Alloh .. Kita bs apa bu? Lulus sekolah juga nggak. Makanya biarin anak-anak belajar ke sekolah ama bapak ibu guru yang ilmunya ada." " Sy mesti jualan ama bapaknya anak-anak, bu tiap hari. Pergi hbs shubuh, sampe rumah udah sore. Kalo sy gak ikut dagang, bapaknya lebih susah nnt buat cukupin beli beras ama lauk makan anak-anak juga tiap hari. Tapi, entar anak belajarnya gimana kalau mesti ama saya juga ya ? " Anak 5 bu. Hape cuma ada 2, punya sy ama bapaknya. Itu jg sering ga ada pulsa. Gimana kl belajarnya mesti...

Semua berlaku atas kehendakNya

Gambar
Ternyata  ada yang masih tetep penasaran sedikit nih dengan Gontor , walaupun kemarin sudah dapat hasil pengumuman test di As Syifa yang menyatakan dia lulus..- alhamdulillah -. Hmm..Gontor PMB nya baru nanti bulan syawal sih ya...:) Ya, Za memang jatuh hati pertama kali dengan pesantren Gontor, seiring dengan keinginannya sejak lama, bahwa nanti bisa kuliah di Al Azhar, kairo. Dan peluang lulusan Gontor untuk kuliah disana memang sepertinya sangat besar. Tetapi akhirnya, setelah banyak diskusi dengan kami, menimbang banyak hal, termasuk jarak , akhirnya Za putuskan mencoba mengikuti tes seleksi d dua pesantren , Husnul Khotimah, kuningan dan As Syifa, Subang. Awalnya, dia berharap bisa masuk di Husnul, mengingat sebagian besar teman SD nya juga banyak yang mengikuti seleksi disana. Qadarullah, Allah tidak mengizinkan Za menjadi bagian dari kurang lebih 200 orang terpilih dari 1500 peserta seleksi masuk Husnul Khotimah. ( baca tulisan sebelumnya di http://feetreeum...

Berapa Lama kita akan bersama di dunia ini, nak...?:(

Setelah Zaheed masuk SD, dalam 1 minggu ada 5 hari yg terasa lebih sepi.  Za dan Zaheed berangkat sekolah jam 6.00 pagi, sampai di rumah lagi jam 15.00. Pulang sekolah, mereka istirahat sebentar, mandi, shalat ashar. Khusus zaheed, setelah itu sering minta ijin main sepeda, atau main ke lapangan dekat masjid kompleks.  Saat masih TK, jam 11 zaheed sudah di rumah, sehingga waktu ngobrol dan main dengan dia lebih lama.Ppaling seneng kalo ngobrol dengan nya. Trus dilanjut ba'da shalat isya , sambil belajar ngobrol dengan zaD diskusi macem2, mulai dari bahasan sederhana sampai urusan politik , mereka nyambung juga kalau diajak diskusi.Paling seru kalau mereka habis membaca atau dibacakan buku . semua isi buku ditanyakan hingga detail, minta penjelasan lanjut, minta diberi contoh konkret dan lain-lain . Sekarang , 5 hari dalam seminggu kurang lebih 8 jam, hanya aktivitas dengan Husna, mengaktifkan semi HS nya di rumah. Husna juga keliatan kehilangan dengan ketia...

Bait malam untuk anak-anak ku

Gambar
Rabbana.. Setiap menjelang tidur, saya menghampiri kembali kamar anak-anak menatap wajah mereka satu persatu. Dan , selalu akan mengalir bulir airmata, terbayang 1 hari yang baru saja terlewat Yaa rabb...masih saja ada hak mereka yg tidak sempurna tertunaikan..:( Ah, rasanya baru saja kemarin saya melahirkan mereka, menyusui mereka, menimang-nimang mereka, memandikan mereka. Waktu berlalu begitu cepat.. Maafkan ketidaksempurnaan seorang ib u untuk mu duhai anak-anakku Kututipkan sungguh penjagaan kalian padaNya ; Rabb Pemilik Jiwa kalian.. Semoga abi dan umi tidak menjadi penghalang kedekatan kalian denganNya.. Semoga abi dan umi tidak menjadi sebab kemarahan Allah pada kalian.. Semoga Allah Ridha taqdir kalian tertulis kelak sebagai penghuni JannahNya dengan segala amal kebaikan kalian...dan Allah kumpulkan kita bersama ..di dunia dan di akhirat Nya dengan limpahan Ampunan dan RahmatNya.. * Selamat beristirahat ayah bunda..jangan lupa sebelum tidur..lihatla...

Membangkitkan Semangat Anak

Heri Hendrayana. Lahir dalam keadaan normal, lengkap kaki dan tangan. Masa kecilnya dihabiskan di antara tumpukan buku-buku bergizi, permainan yang penuh semangat dengan teman-teman sebaya, dan curahan perhatian serta kasih sayang berlimpah dari kedua orangtuanya. Bapak Ibunya berasal dari kultur berislam yang berbeda. Begitu ia pernah bertutur kepada saya seusai shalat berjamaah di atas pesawat yang mengantar kami ke negeri Nabi Musa ‘Alaihissalaam, Mesir. Lebih penting dari itu, orangtuanya membesarkan Heri dengan wawasan luas, pendidikan terbaik dan kasih sayang yang sangat besar. Keduanya membesarkan dengan semangat religius yang kuat. Umur sepuluh tahun adalah saat paling bersejarah baginya. Tepatnya 5 Oktober 1973, si kutu buku ini jatuh dari pohon setinggi tiga meter. Tangan kirinya patah. Sikut ke bawah jatuh terkulai seperti pelepah pohon pisang yang tanggal. Karena keadaan yang parah, tak ada pilihan lain untuk menyembuhkan kecuali dengan memotong tangannya. Diamputasi. Ya, a...

Kebahagiaan Anak VS Kebahagiaan Orang tua

Sepasang suami istri yang telah dikaruniai seorang anak berumur 20 bulan terdiam dan tertegun sewaktu dikatakan padanya ”Sesungguhnya kebahagiaan yang anda maksudkan dan ingin anda capai belum tentu membuat anak anda juga berbahagia” Itulah salah satu episod dari dialog yang terjadi pada salah satu sesi therapy. Saya yakin pembaca masih belum paham apa yang sebenarnya terjadi pada pasangan muda tersebut. Insya Allah saya akan jelaskan jalan cerita lengkapnya. Sepasang suami istri yang energik merasa kehidupanya terlalu penuh beban dan tidak rileks. Keduanya pekerja keras, suami seorang karyawan pada perusahaan multi nasional sedangkan sang istri karyawati swasta. Mereka sepakat membangun impian mereka, perhitungan paling rasional impian mereka bisa terwujud dalam waktu kurang lebih 10 tahun. Mereka sepakat mewujudkannya dengan kerja keras dan kesungguhan. Sepintas apa yang mereka tekadkan sangat baik, bukan? Lalu apa pasal atau apa yang salah pada mereka. Begini, untuk mewujudkannya sa...