Postingan

Berapa Lama kita akan bersama di dunia ini, nak...?:(

Setelah Zaheed masuk SD, dalam 1 minggu ada 5 hari yg terasa lebih sepi.  Za dan Zaheed berangkat sekolah jam 6.00 pagi, sampai di rumah lagi jam 15.00. Pulang sekolah, mereka istirahat sebentar, mandi, shalat ashar. Khusus zaheed, setelah itu sering minta ijin main sepeda, atau main ke lapangan dekat masjid kompleks.  Saat masih TK, jam 11 zaheed sudah di rumah, sehingga waktu ngobrol dan main dengan dia lebih lama.Ppaling seneng kalo ngobrol dengan nya. Trus dilanjut ba'da shalat isya , sambil belajar ngobrol dengan zaD diskusi macem2, mulai dari bahasan sederhana sampai urusan politik , mereka nyambung juga kalau diajak diskusi.Paling seru kalau mereka habis membaca atau dibacakan buku . semua isi buku ditanyakan hingga detail, minta penjelasan lanjut, minta diberi contoh konkret dan lain-lain . Sekarang , 5 hari dalam seminggu kurang lebih 8 jam, hanya aktivitas dengan Husna, mengaktifkan semi HS nya di rumah. Husna juga keliatan kehilangan dengan ketia...

Celoteh Senja

Pulang sekolah, zaheed cuci tangan, ngemil sambil cerita aktifitasnya di sekolah. Belum lama, terdengar adzan ashar. Mandi kemudian shalat. Habis shalat, Zaheed: umi, adek ( membahasakan dirinya ke umi masih dgn adek..:D ) mau main sepeda sebentar ya... Umi : nggak lanjutin ceritanya aja mas? Tiba-tiba za nyeletuk: Za :Mas, umi kangen tuh sama kita, dari pagi kita tinggal sekolah, kangen denger bawelnya mas zaheed..." dia pun senyum-senyum nakal Zaheed: umi kangen? baru ditinggal egitu mi..nnt kl adek sekolahnya jauh, di pesantren yg pulangnya nggak setiap hari, trus kuliah misal di luar negeri gimana mi? kan nnt nggak sama umi nya lama.." Za: iya, mi..kan habis SD juga nnt za mau sekolah yg spt pesantren itu, yang nggak pulang lama itu lho mi... *kayanya kok godain umi nya nih anak-anak..:) "Umi tambah kangen kita deeeeeh..." aaarggh, anak-anak malah kooor....tapi, sambil meluk umi nya...:D * diam-diam uminya menghitung masa sekolah mereka, dan...

Bait malam untuk anak-anak ku

Gambar
Rabbana.. Setiap menjelang tidur, saya menghampiri kembali kamar anak-anak menatap wajah mereka satu persatu. Dan , selalu akan mengalir bulir airmata, terbayang 1 hari yang baru saja terlewat Yaa rabb...masih saja ada hak mereka yg tidak sempurna tertunaikan..:( Ah, rasanya baru saja kemarin saya melahirkan mereka, menyusui mereka, menimang-nimang mereka, memandikan mereka. Waktu berlalu begitu cepat.. Maafkan ketidaksempurnaan seorang ib u untuk mu duhai anak-anakku Kututipkan sungguh penjagaan kalian padaNya ; Rabb Pemilik Jiwa kalian.. Semoga abi dan umi tidak menjadi penghalang kedekatan kalian denganNya.. Semoga abi dan umi tidak menjadi sebab kemarahan Allah pada kalian.. Semoga Allah Ridha taqdir kalian tertulis kelak sebagai penghuni JannahNya dengan segala amal kebaikan kalian...dan Allah kumpulkan kita bersama ..di dunia dan di akhirat Nya dengan limpahan Ampunan dan RahmatNya.. * Selamat beristirahat ayah bunda..jangan lupa sebelum tidur..lihatla...

Segumpal Hati Yang Mengiringi Amal

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Kalimat itu sering melintas di depan mata kita saat menatap barisan kalimat motivasi dari berbagai buku, artikel ataupun lainnya. Kalimat yang terlihat sederhana, namun sesungguhnya menyimpan makna yang luar biasa. Sebuah kalimat untuk mengingatkan bahwa aktifitas kita sekecil apapun hendaknya berawal dan berakhir hanya karena dan untuk-Nya. Sebuah proses yang tidak mudah, semudah menuliskan kalimat diatas tersebut. Hati, menjadi sumber penggerak yang sangat menentukan.Sedang kita semua sudah sama -sama memahami bahwa hati manusia senantiasa berbolak balik. Tidak mudah menjaga konsistensi hati untuk tetap dalam satu niat awal, ketika bertemu dengan ragam rasa yang menyeruak tanpa diminta. Ia yang awalnya begitu ingin menjaga untuk tidak mengapung di atas dan ingin ditatap dengan penuh kagum, namun di tengah perjalanan ia bisa berusaha melompat , bahkan ke udara setinggi mungkin agar seluruh pesonanya dilihat seluruh manusia dengan decak kagum...

Ananda..mari jaga iffah-mu...( catatan seorang ayah...)

Sebuah catatan indah, agar kita senantiasa mengingatkan diri dan putri2 kita..amanah indah dariNya..   Ananda, mari jaga ifahmu..!!!   Ananda, mari jaga ifahmu dengan istiqomah walau kau dan ayah harus merangkak luka-luka, menerobos onak,kerak neraka berbusana kemajuan Karena engkau adalah bunga amanah surga, harum bagai mawar tapi ringkih seperti bunga matahari Maka jadilah mutiara terlindung dibalik cangkang mahrammu Tak perlu seperti merak,tetaplah jalan merunduk Merendah malu Ananda,mari jaga ifahmu dengan kesabaran Dari panah kehinaan bermata racun dan kematian iman  Jika hanya satu panah,tentu bisa ayah hindari Tapi ini satu panah, dua panah,tiga, empat, bertubi-tubi Sekutu Dajjal telah menyerang dari berbagai arah ,Dengan berbagai polah dan gaya   Baiklah, ananda Untuk lebih amannya, Bagaimana kalau katakan saja pada mereka, para pemuda yang hatinya tergadai untukmu Bahwa ananda tak kenal ikhtilat , Apalagi cinta yang bukan karena Allah Sudahlah jangan percaya bahwa setengah te...

8 Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Gambar
Rating: ★★★★ Category: Other Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata: "Makanlah nak, aku tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA. Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di Kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan....

Teruntuk Anak-ku..Buah hatiku ( review from Ust Aidil Heryana's notes )

Inilah Surat Ibu yang Tergolek Tak Berdaya.... Anakku…. Ibu menulis surat ini di tengah keletihan yang teramat sangat. Air mata bercucuran deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Engkau memang lelaki yang gagah lagi matang, ibu yakin engkau akan sanggup membaca surat ini. Bacalah! Dan bila tidak suka, engkau dapat merobek setelah membacanya. Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan ibu mengandungmu. Seluruh aktivitas ibu jalani dengan susah payah karena mengandungmu. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaan ibu. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat ibu melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami. Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatan ibu demi kesehatanmu. Kegelisahan ibu demi kebaikanmu. Harapan ibu hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu...