Postingan

Terus menulis , nak...

Gambar
"Ummii....kata asma, puisi za masuk majalah ummi lho...beliin dong mi majalahnya " pulang acara ahad kemarin, za langsung laporan. "Edisi Juni?  "iya.." " Kok asma udah tahu? kan skrg masih tgl 30 mei. Memang udah keluar yang edisi Juni ?" tetiba umminya ingin iseng "Udah mi..asma kan umminya langganan..katanya udah datang majalahnya. trus lihat ada puisi za disana .." "Ooh...nggak salah lihat nama ?" ummi nya masih iseng. Padahal sih memang sejak 2 bulan lalu sudah diinfo dari majalah ummi nya, memberitahu kalau memang tulisan puisi za akan masuk di edisi Juni. Tapi, abi dan ummi nya sengaja nggak bilang dulu ke Za, biar nanti surprised aja saat beli majalahnya dan dia lihat sendiri. Eeh...ternyata...temannnya udah ada yang duluan lihat...:D Karena ahad loper majalah langganannya tutup, akhirnya baru senin sore Majalah Ummi edisi Juni dibelikan abi za. Itupun, sudah sejak siang ditunggu dengan tidak shabar o...

Inilah Yang Disebut Episode Cinta Mewaris Ilmu

Ketika melihat rak-rak buku di rumah , jadi teringat masa kecil. Dahulu, rumah kami yang sangat sederhana dipenuhi buku. Hanya ada satu ruangan di rumah yang berfungsi sebagai tempat kami berkumpul, makan , sholat dan mengaji bersama sekaligus sebagai ruang tamu dan ruang kerja bapak sebagai guru di sebuah sekolah dasar. Yang paling mencolok dari ruangan itu adalah sebuah lemari buffet , yang seharusnya berfungsi sebagai lemari pajangan, namun pada akhirnya beralih fungsi menjadi tempat buku-buku yang berjejer rapi, juga tumpuk menumpuk karena jumlah bukunya yang tidak sepadan dengan ukuran buffet. Termasuk satu meja kerja bapak di sudut ruangan yang juga dipenuhi dengan buku. Ya, saya terlahir dan besar dalam keluarga pecinta buku, khususnya bapak , yang rasa sukanya terhadap buku lebih dari orang kebanyakan. Sebagai seorang guru SD, setiap kali pulang mengajar bapak tidak pernah lupa membawa buku-buku dari perpustakaan sekolah untuk dipinjamkan kepada anak-anaknya. Dulu, tidak sem...

Ruang Hati

Masih terbayang sebuah acara seminar parenting dengan pembicara nasional – international yang tidak diragukan lagi keIlmuannya. Bukan hanya dari ilmu parentingnya, tapi juga kapasitas aqidah nya, yang buat saya sendiri merasa teramat sayang jika harus dilewatkan begitu saja, apalagi dengan kondisi lingkungan generasi yang sudah mengkhawatirkan. Memanfaatkannya untuk membuka wawasan, membuka cakrawala dan dunia pandang. Dan , terpana saat masuk ke ruangan..deg. !! Tak seperti yang dibayangkan. Tak dijumpai antusiasme yang sama untuk seminar serupa dengan pembicara yang sama, seperti di kota2 lain negeri ini. Terkesima saat mendengar kisah di balik pelaksanaannya. Terkagum dengan salah satu penggagas acara nya…semoga Allah berikan kebaikan berlipat ganda atas semua jerih payah, usaha moril dan materil mu ya bunda..InsyaAllah, niat dan amal bunda sudah Allah catat dengan sempurna pun balasannya. Ah, mungkin memang masih seperti ini rupa ruang gerak kita, rupa ruang da’wah kita. Berat..da...

Berapa Lama kita akan bersama di dunia ini, nak...?:(

Setelah Zaheed masuk SD, dalam 1 minggu ada 5 hari yg terasa lebih sepi.  Za dan Zaheed berangkat sekolah jam 6.00 pagi, sampai di rumah lagi jam 15.00. Pulang sekolah, mereka istirahat sebentar, mandi, shalat ashar. Khusus zaheed, setelah itu sering minta ijin main sepeda, atau main ke lapangan dekat masjid kompleks.  Saat masih TK, jam 11 zaheed sudah di rumah, sehingga waktu ngobrol dan main dengan dia lebih lama.Ppaling seneng kalo ngobrol dengan nya. Trus dilanjut ba'da shalat isya , sambil belajar ngobrol dengan zaD diskusi macem2, mulai dari bahasan sederhana sampai urusan politik , mereka nyambung juga kalau diajak diskusi.Paling seru kalau mereka habis membaca atau dibacakan buku . semua isi buku ditanyakan hingga detail, minta penjelasan lanjut, minta diberi contoh konkret dan lain-lain . Sekarang , 5 hari dalam seminggu kurang lebih 8 jam, hanya aktivitas dengan Husna, mengaktifkan semi HS nya di rumah. Husna juga keliatan kehilangan dengan ketia...

Celoteh Senja

Pulang sekolah, zaheed cuci tangan, ngemil sambil cerita aktifitasnya di sekolah. Belum lama, terdengar adzan ashar. Mandi kemudian shalat. Habis shalat, Zaheed: umi, adek ( membahasakan dirinya ke umi masih dgn adek..:D ) mau main sepeda sebentar ya... Umi : nggak lanjutin ceritanya aja mas? Tiba-tiba za nyeletuk: Za :Mas, umi kangen tuh sama kita, dari pagi kita tinggal sekolah, kangen denger bawelnya mas zaheed..." dia pun senyum-senyum nakal Zaheed: umi kangen? baru ditinggal egitu mi..nnt kl adek sekolahnya jauh, di pesantren yg pulangnya nggak setiap hari, trus kuliah misal di luar negeri gimana mi? kan nnt nggak sama umi nya lama.." Za: iya, mi..kan habis SD juga nnt za mau sekolah yg spt pesantren itu, yang nggak pulang lama itu lho mi... *kayanya kok godain umi nya nih anak-anak..:) "Umi tambah kangen kita deeeeeh..." aaarggh, anak-anak malah kooor....tapi, sambil meluk umi nya...:D * diam-diam uminya menghitung masa sekolah mereka, dan...

Bait malam untuk anak-anak ku

Gambar
Rabbana.. Setiap menjelang tidur, saya menghampiri kembali kamar anak-anak menatap wajah mereka satu persatu. Dan , selalu akan mengalir bulir airmata, terbayang 1 hari yang baru saja terlewat Yaa rabb...masih saja ada hak mereka yg tidak sempurna tertunaikan..:( Ah, rasanya baru saja kemarin saya melahirkan mereka, menyusui mereka, menimang-nimang mereka, memandikan mereka. Waktu berlalu begitu cepat.. Maafkan ketidaksempurnaan seorang ib u untuk mu duhai anak-anakku Kututipkan sungguh penjagaan kalian padaNya ; Rabb Pemilik Jiwa kalian.. Semoga abi dan umi tidak menjadi penghalang kedekatan kalian denganNya.. Semoga abi dan umi tidak menjadi sebab kemarahan Allah pada kalian.. Semoga Allah Ridha taqdir kalian tertulis kelak sebagai penghuni JannahNya dengan segala amal kebaikan kalian...dan Allah kumpulkan kita bersama ..di dunia dan di akhirat Nya dengan limpahan Ampunan dan RahmatNya.. * Selamat beristirahat ayah bunda..jangan lupa sebelum tidur..lihatla...

Segumpal Hati Yang Mengiringi Amal

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus. Kalimat itu sering melintas di depan mata kita saat menatap barisan kalimat motivasi dari berbagai buku, artikel ataupun lainnya. Kalimat yang terlihat sederhana, namun sesungguhnya menyimpan makna yang luar biasa. Sebuah kalimat untuk mengingatkan bahwa aktifitas kita sekecil apapun hendaknya berawal dan berakhir hanya karena dan untuk-Nya. Sebuah proses yang tidak mudah, semudah menuliskan kalimat diatas tersebut. Hati, menjadi sumber penggerak yang sangat menentukan.Sedang kita semua sudah sama -sama memahami bahwa hati manusia senantiasa berbolak balik. Tidak mudah menjaga konsistensi hati untuk tetap dalam satu niat awal, ketika bertemu dengan ragam rasa yang menyeruak tanpa diminta. Ia yang awalnya begitu ingin menjaga untuk tidak mengapung di atas dan ingin ditatap dengan penuh kagum, namun di tengah perjalanan ia bisa berusaha melompat , bahkan ke udara setinggi mungkin agar seluruh pesonanya dilihat seluruh manusia dengan decak kagum...