Postingan

" Zah..Zah...Ustadzah.."

Gambar
Menyingkat kata, mungkin memang menjadi ciri dari generasi pemuda hari ini. Generasi Z, istilah yang dibuat manusia. Maka, beberapa tahun terakhir ini, beberapa kali juga kami mendengar kata-kata yang telah disingkat keluar dari lisan atau cerita anak-anak. Dimulai dari nama teman, nama tempat, nama makanan, yang padahal itu pun hanya berupa satu kata saja. Belum lama ini, si tengah yang 'terpapar'..😬 " Gimana ujian kemarin ?" " Alhamdulillah, B aja , ummi .." " B ? Maksudnya nilainya B ?" " Bukan, ..maksudnya ' biasa' aja .." Walah...😅 Lalu, ada kata dalam bahasa tulisan chat si sulung. " Awook ini maksudnya apaan sih ?" " Hehe, itu artinya wakawaka... singkatan dr wkwkwkwk gitu deh..." Haa ? @&%#%# Beneran deh, jadi pingin nyeruput kopi pahit 😅 Oke lah, awalnya untuk sementara kami tetap mencoba " memahami " kondisi kekinian, walau tetap selalu kami ingatkan bahwa tidak selalu yang 'kekin...

Selamat Bergabung di Assyifa..!

Gambar
Untuk sekolah anak-anak, porsi terbesar kami dalam menentukan pilihan akhir adalah lebih menggunakan' feel ; hati, setelah serangkaian doa menjadi senjata. Bukan semata melihat metode pendidikan sekolah tersebut, kualitas, prestasi, banyaknya sahabat dan keluarga yang sudah bersekolah disana atau bahkan baru atau sudah lama berdirinya sekolah tersebut. Feeling ini biasanya kami dan anak-anak dapatkan diawal dengan menjejak langsung, survey ke sekolahnya, menatap wajah juga berinteraksi walau sesaat dengan para guru atau pegawai, juga mendapati kesaksian tentang sosok-sosok para pendiri sekolah atau mereka yang berjuang di belakangnya dengan ragam historisnya, yang biasanya akan mencerminkan pondasi awal tujuan berdiri dan berjalannya sekolah tersebut. Penting ? Buat kami, ya. Karena poin-poin itulah yang pertama akan menautkan hati. Poin-poin yang bisa menautkan kesamaan visi & misi dengan kami. Dan ketika hati sudah saling klik, InsyaAllah, perjalanan membersamai proses perjua...

Cegah Selingkuh; Bersabarlah Menjaga Mata & Hati

Gambar
Setiap menerima konsultasi masalah rumah tangga, perselingkuhan menempati urutan teratas yang menjadi akar penyebabnya. Bukan kasus 'unik', karena memang sudah banyak terjadi. Kisah akhirnya pun banyak yang lebih memilukan hati, ketimbang beberapa kisah 'serupa' yang beberapa kali viral di jagad permedsosan. Umumnya, dari banyak kejadian perselingkuhan ( catat ya, per-se-ling-ku-han ), penyebab intinya sama. Yaitu, ketika seorang laki-laki tidak mampu menjaga mata dan hatinya serta perempuan yang tidak mampu menjaga diri, hingga tergadai 'izzah dan 'iffahnya. Andai semua laki-laki menjejak pada teladan seorang Nabi Yusuf dan semua perempuan menguatkan diri seperti seorang Maryam, mungkin syetan pun akan sangat sulit mengacaukan mereka, ya. "Yee, laki-laki zaman sekarang mana ada yang bisa kaya nabi Yusuf, dan perempuan zaman sekarang juga nggak ada yang seperti Maryam, kalee. " Eits, yang keluar malah apologi seperti itu,deh. Well, kalau dipiki...

Jangan Resah, Semua Sudah Allah Taqdirkan Dengan Cinta

Gambar
Semua mungkin pernah mengalami hal seperti ini. Ketika diri mendapat musibah ataupun sesuatu yang mengacaukan perasaan dan seolah membuat hidup kita oleng atau goyah, lalu refleks kita pun meraih mushaf kesayangan. Berharap saat membaca satu atau dua ayatnya, jiwa kita akan sedikit tenang, pikiran pun akan jernih untuk memikirkan langkah yang harus diambil untuk menghadapinya. Maka, jemari kita pun membuka sembarang halamannya, lalu terbukalah satu halaman yang kemudian membuat kita tergugu haru, ketika dalam barisan halaman tersebut tertera ayat-ayat yang seolah menjadi jawaban awal atas apa yang sedang kita hadapi. Sering seperti itu ? Bersyukurlah. Karena artinya Allah masih sangat perhatian dengan kita. Karena artinya Allah masih mengarahkan hati kita untuk menemui-Nya. Karena artinya Allah masih menginginkan kita untuk mendekat kepada-Nya. Ah, sayang rasanya jika kita menyia-nyiakan perhatian Allah ini yaa...😥 Yuk, kita terus menelusuri ayat-ayat cinta-N...

Pernikahan, Tunggulah Masanya Dengan Indah

Gambar
Ketika banyak yang bertanya," Mbaa, memang nikahnya umur berapa, sih ? Kok udah 17 tahun aja usia pernikahannya hari ini ?" " Umur 21 tahun.." " Haa ? kok bisa cepet sih dapat jodohnya ? caranya gimana ?" Waduh, kalau itu jangan pernah ditanyakan kepada manusia, ya..😅 Karena jodoh adalah satu taqdir kehidupan anak manusia yang sudah Allah tentukan jadwal kedatangannya. Tidak sedang diharapkan atau ditunggu-tunggu agar datang cepat, jika memang sudah waktunya, kehadirannya pun tidak mungkin ditolak. Pun, saat begitu ditunggu-tunggu sedemikian rupa sampai hati tak karuan rasanya, bahkan  jungkir balik pasang pengumuman mencari jodoh pun dilakoni,  yaa...kalau memang belum saatnya, nggak akan datang juga...😆 Yang pasti nih, mintalah kepada Allah, agar ketika ketentuan jodoh itu datang, kita dalam keadaan sebaik-baik Iman, sebaik baik niat dan sebaik-baik kesiapan diri untuk menjalani bahtera pernikahan. Karena sejatinya, pernikahan bukanlah sebuah ta...

Tegaplah Meraih Harapan Itu, Nak !

Gambar
Cita-cita dan harapan adalah motivasi yang akan selalu menumbuhkan semangat, mengakarkan ikhtiar hingga menjulang tanpa henti. Saat langkah dalam menjalani prosesnya mengalami kelelahan dan keputusasaan, cita dan harapan yang dipupuk sejak lama akan menjadi sebuah alarm kehidupan yang memberi sinyal, bahwa kita hanya perlu istirahat sejenak untuk kemudian kembali bangkit melanjutkan perjalanan menuju tujuan.  Saat keterbatasan atau ragam kekurangan terasa berat membayangi perjalanan, cita dan harapan yang diukir akan menjadi sebuah lecutan diri, bahwa Allah pasti akan hadirkan pintu-pintu kemudahan dan memunculkan potensi-potensi istimewa yang masih tersembunyi belum termaksimalkan.  Cahaya-cahaya mata.. Jalan ini memiliki tabiat serius dan sangat jauh dari santai. Sejarah mencatat banyak peristiwa besar dan luar biasa jika diukur dari sisi kemanusiaan. Cita dan tekad mereka jauh melampaui kungkungan keterbatasan fisik dan manusiawi sebagai insan. Ingatlah seorang s...

Dua Hati Bersaudara

Gambar
Kakak adik dengan karakter dan passion yang juga saling berbeda. Si sulung yang mantap sekali untuk menekuni ilmu syariah, khususnya tafsir hadist, sedang si tengah lanang yang mantap juga untuk mempelajari teknik mesin beserta dunianya. Nah, bisa dibayangkan,ya kalau kita sedang ngobrol. Yang satu bahan obrolannya ke ujung sana, yang satu ke ujung sini. Simpul otak umminya mesti bisa nyambung dengan obrolan keduanya. Walau jujur sih, yang paling membutuhkan usaha itu adalah saat diajak ngobrol si tengah, karena banyak kosakata teknik atau mesin yang nyaris nggak pernah umminya denger bahkan tak pernah berminat mencari tahu tentangnya. Iya, tentang mobil dan segala jenis mesinnya plus hal-hal yang berkaitan dengannya. Tapi, ya balik lagi, umminya mesti terlihat ikut menguasai obrolannya, walau beberapa kali dengan manis umminya seolah 'menguji' dia, padahal sejatinya umminya sedang "mencari jawaban". Nah, lho, hahaha. Beda dengan abinya yang bisa langsung ...