Postingan

Buku Kehidupan Orangtua

Menjadi orangtua artinya siap menjadi pena yang akan menuliskan bait-bait kehidupan pada selembar kertas putih, bernama anak. Pena haruslah disiapkan dengan berkualitas, agar torehan kalimatnya bisa tertulis dengan jelas dan indah. Isi pena pun tak mesti harus selalu berlimpah atau disiapkan dengan harga yang mahal, namun jelas ia harus istimewa. Begitulah analogi pena sebagai kesiapan ilmu dan juga metode terbaik yang harus kita sediakan untuk menulis cerita kehidupan pada diri anak-anak, sebagai generasi masa depan kita. Maka, seperti halnya sebuah buku yang tetap akan terbaca sepanjang masa walau sang penulis sudah tidak ada, begitulah juga anak yang akan nampak dimata dunia atau lingkungannya. Pada wajah, polah atau tingkahnya, orang bisa dapat membaca bagaimana kita sebagai orangtua melukiskan warna hati pada mereka. Ya, buku kehidupan. Pada anak-anak itulah kita akan membuatnya. Menorehkan kalimat-kalimat di atas lembaran putih mereka. Mengisi ruangan-ruangan yang semula koson...

Panduan Muslim Menghindari Makanan Mengandung Babi

Akhir tahun menjadi salah satu jadwal liburan keluarga. Bertepatan dengan libur sekolah, hari raya natal dan tahun baru masehi, memang menjadikan akhir tahun sebagai salah satu waktu yang diambil untuk melakukan travelling atau perjalanan mengisi liburan, baik ke luar kota ataupun ke luar negeri. Begitu juga dengan sebagian besar penduduk Indonesia yang memanfaatkan akhir tahun untuk menghabiskan liburan bersama keluarga ke luar negeri. Beberapa negara tujuan biasanya sudah tercatat dalam agenda beberapa keluarga ini jauh -jauh hari menjelang akhir tahun. Khusus untuk keluarga-keluarga muslim, tentunya menentukan negara tujuan untuk tempat menghabiskan liburan harus dibarengi pula dengan beberapa catatan yang berkaitan dengan aturan dalam agama Islam itu sendiri, terutama ketika mereka ingin berkunjung ke negara-negara dengan mayoritas penduduknya beragama non muslim. Karena ini akan berkaitan dengan beberapa kebiasaaan dan pemahaman yang akan saling berbeda. Sebut saja dalam hal in...

Pena Menguntai Aksara Jiwa

Gambar
Beberapa hari ini, benda kecil itu menyita perhatian saya. Alur cerita bergelombang, berdesakan keluar dari ruang kepala. Tentang sebuah pena, yang darinya berjuta-juta kata mungkin sudah tertulis olehnya. Entah, sudah berapa banyak ia ikut mengolah rasa, ikut menjuntaikan asa, serta ikut menorehkan beragam mimpi dan cita. Mimpi anak manusia yang silih berganti memenuhi hari-hari dengan segala tragedi, penuh cinta ataupun nestapa. Pernah satu masa, ia turut membersit episode mengejar cita. Bersahabat dengan lembaran kertas putih yang setia menampung coretan yang seringkali pula berakhir di tempat sampah, setelah dengan begitu perkasanya sang pena melarungkan tinta diatasnya. Atau pernah pula satu ketika, ketukannya di atas meja terus mengiringi malam yang semakin larut, saat ia harus membersamai jiwa yang terus mencari sambungan kata untuk sebuah presentasi yang harus dilakoni. Dan, ia pun pernah setia untuk digenggam erat, saat sebuah hati merasa begitu tak percaya diri di hadap...

Meracik Makna Lembaran Kertas

Gambar
Lembaran-lembaran itu masih tersimpan rapi dalam sebuah folder khusus. Lengkap bersama amplop yang sedikit mulai menguning dimakan usia dengan tempelan perangko berbilang tahun ke belakang dan nyaris tak pernah saya jumpai lagi saat ini. Lembaran-lembaran kertas yang sebagian besar berhiaskan sketsa burung bermesin disudut bawahnya, serta berisikan tulisan tangan dengan ragam cerita dari berbagai wajah di beberapa sudut kota diatas bumi-Nya.  Disadari atau tidak, semua lembaran itu turut mewarnai perjalanan saya selanjutnya dalam mencintai lembaran kertas lainnya dikemudian hari. Kertas-kertas yang mewujud dalam beragam bentuk. Yang setiap harinya membuat saya tak sanggup memendam rindu untuk tidak membuka, kemudian berlama-lama menjelajahi isinya. Lembaran-lembaran kertas yang kemudian juga sanggup membuat jari jemari saya selalu ingin menggerakan pena atau keyboard, kemudian merangkai huruf demi huruf dan menumpahkan ragam kata yang berloncatan di kepala.  Ya,...

Memantik Minat Baca Untuk Anak Istimewa

Gambar
Libur sekolah di akhir tahun ini, tidak ada kegiatan khusus atau pergi ke satu tempat yang sengaja kami persiapkan untuk mengisi liburan. Seperti biasanya, kami memanfaatkan kebersamaan yang ada di rumah dengan menikmati buku-buku bacaan. Bukan sekedar menikmati sendiri, tapi juga saling berdiskusi banyak hal tentang buku-buku yang sudah kami baca. Melihat si tengah kami yang juga selalu antusias menghabiskan setiap bacaan yang ada di rumah, mengingatkan kembali episode perjuangan kami untuk membuat dia suka buku dan gemar membaca sejak kecil.Ya, karena si tengah ini memiliki tipe pembelajar istimewa, yaitu auditori-kinestetik ( lebih optimal dengan indera pendengar dan aktifitas fisik yang aktif atau senang bergerak ), yang akhirnya memerlukan kreatifitas tinggi dari kami, orangtuanya untuk menstimulasi perkembangannya sejak kecil, khususnya untuk bisa gemar membaca buku. Sebagian besar anak dengan tipe pembelajar auditori-kinestetik ini memang tidak terlalu suka dengan akti...

Merencanakan Mimpi

Gambar
Pekan ini mengawali liburan sekolah anak-anak. Seperti biasa, moment mengawali liburan ditandai dengan penerimaan raport sekolah anak-anak. Kami termasuk orangtua yang tidak terlalu fokus dengan angka-angka apa yang tertera di dalam raport anak-anak. Karena, memang kami tidak melihat kecerdasan mereka hanya sebatas angka yang tertera. Berulangkali pula hal tersebut kami sampaikan kepada mereka. Yang kami inginkan adalah kesungguhan mereka dalam menjadikan proses belajar di sekolah tersebut adalah bagian dari merencanakan mimpi-mimpi mereka.  Lho, memangnya mimpi itu harus direncanakan ? Iya, dong. Merencanakan mimpi berarti menanam setiap asa dan harapan di dalam otak bawah alam sadar kita, yang terkadang sebenarnya akan menjadi sebuah letupan-letupan harapan berbuah semangat yang tidak terkira. Apalagi, saat kita ternyata lupa akan sebuah tujuan. Mimpi hadir dari sebuah keinginan yang terpendam dan menggebu-gebu. Karena itulah, semua orang harus mau bermimpi yang indah, u...

Sahabat Yang Saling Mendidik

Akhir tahun, para orangtua di Indonesia sudah disibukkan dengan agenda memilih sekolah - sekolah terbaik ( biasanya yang dituju adalah sekolah berbasis boarding atau asrama / pesantren modern ) untuk putra-putri mereka. Ya, di bulan Oktober - Desember beberapa sekolah tipe ini memang sudah mulai membuka pendaftaran siswa baru, lengkap dengan segala pernak perniknya. Dengan ragam alasan, para orangtua berkeinginan memasukkan putra putri mereka ke sekolah yang menurut mereka dapat memberikan input terbaik untuk masa depan anak mereka. Mulai dari alasan agama, kelengkapan fasilitas penunjang, kematangan program-program pendidikan yang dijalankan, juga kenyamanan atas dasar kesamaan visi dan misi antar orangtua dan sekolah. Biasanya, panduan orangtua dalam menentukan pilihan adalah berdasarkan pengalaman kerabat atau teman yang anaknya sudah bersekolah disana, atau informasi capaian ragam prestasi siswanya dan sudah ramai dipublikasikan. Bahkan ada juga yang sekedar berbekal brosur de...