Postingan

Setiap Kita Adalah Pendidik

Gambar
Mendidik adalah merengkuh hati, menautkan rasa pada sepetak jiwa, menggoreskan bait-bait laku nan melanggengkan perangai yang diharapkan tumbuh membersamai setiap detik kehidupan anak manusia.  Mendidik adalah memahat hati dengan teramat hati-hati. Memoles jiwa dengan sepenuh rasa dan karsa. Sungguh, memang tak mudah melakoninya. Ia memerlukan ketulusan jiwa, keluasan hati dan kekuatan cinta.  Karena sejatinya, mendidik adalah menyelami hati dengan perjuangan panjang berliku nan melelahkan, yang tentunya juga memerlukan hati yang sepadan. Tak bisa disyaratkan dengan angka-angka diatas kertas sebagai nilai tulusnya pengabdian ataupun nominal-nominal pada slip kwitansi bernarasi imbalan. Tak cukup pula dihargai dengan lembar-lembar hasil sertifikasi sebagai bukti potensi  atau bertumpuk ijazah sebagai identitas kualitas diri. Mendidik seringkali membutuhkan kesahajaan dalam berharap penghargaan atau imbalan. Karena sejatinya, semua keikhlasan dan pengorbanan dal...

Bait Aksara Tentang Seorang Rahmah El Yunusiyah

Gambar
Rahmah el Yunusiyah sudah lama tiada. Namun seperti sebuah pepatah ; harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Dan, sejarah pun bersuara tentang jejak yang ditinggalkan tokoh sejarah pendidikan negeri ini pada semesta. Rahmah el Yunusiyah. Namanya mungkin baru-baru saja marak terdengar dibeberapa bilangan tahun terakhir di negeri ini. Padahal, harum wewangian jejak cintanya kepada bumi pertiwi sudah lebih dulu menyebar memesona, hingga di negeri jiran bahkan menjadi salah satu pondasi ruang kawah peradaban ilmu di sebuah negeri para nabi yang kini banyak pula menghasilkan para ulama hebat di seluruh penjuru dunia. Gelar syaikhoh pertama pun tersematkan sebagai bentuk penghargaan dari Universitas Al Azhar, sebuah kawah pendidikan Islam tertua di dunia ini. Bukanlah gelar yang beliau jadikan tujuan. Namun sebuah pembenahan atau pelurusan  pada bentuk pengamalan yang sebenarnya dia perjuangkan. Meluruskan pemahaman tentang pengabdian manusia kepada...

Ketika Peluang Kebaikan Itu Datang

Gambar
Pandemi, menghadirkan banyak cerita dalam setiap hari yang kita lewati saat ini. Silih berganti, beberapa aktifitas kita sebagian besar beralih pada dunia virtual. Berbatas layar beberapa inch, namun sanggup menghubungkan wajah-wajah yang terpisah jarak bahkan hingga ribuan kilometer. Sunnatullah roda kehidupan, berada pada titik masa otak manusia menemukan jalan menciptakan teknologi yang mungkin tak pernah terbayangkan oleh generasi-generasi sebelumnya. Begitupun dengan peluang-peluang kebaikan yang kita temukan semakin beragam, seiring dengan jalan-jalan kebathilan yang semakin berwarna dan memesona pula. Beberapa bulan terakhir di masa pandemi ini, banyak cerita tentang hadirnya peluang kebaikan yang Allah hamparkan. Salah satunya adalah ketika wasilah dunia virtual dalam menjalani ragam aktifitas menghadirkan pula keinginan dari jiwa-jiwa yang bersih untuk dibersamai dalam pemenuhan hak-hak ruhiyahnya secara rutin dan terarah. Kita memang bukan manusia sempurna dengan ilmu, juga s...

Syukur Tak Bertepi, Dia Sebaik-Baik Pemberi

Gambar
Sekian jam tertegun menatapi layar dengan beberapa chat yang baru sempat terbaca lagi. Lebih banyak pesan yang membuat hati teriris, ikut perih. Sekian detik, menata rasa. Lalu mengelolanya sebatas ilmu yang dimiliki untuk bisa membersamai semua pengirim pesan dengan nyaman dan berharap membuat mereka sedikit lega. Ya, beberapa hati harus ditemani untuk menguat kembali,  beberapa jiwa harus dipeluk dengan sepenuh cinta.  Sekian jam, terlewati. Bersandar sejenak. Bagaimanapun, jiwa sendiri perlu merehat.  Tetiba, sebuah pesan masuk melintas dilayar.  Ini pesan yang berbeda. Satu kalimat pembuka " Alhamdulillah, tabarakallah, selamat....."  Kalimat-kalimat berikutnya terasa semakin berbeda dari pesan-pesan yang masuk sekian jam dibersamai tadi. Tak terasa, mata menghangat.  Entah. Tak terhitung rasanya. Sudah berapa kali  Dia, Sang Maha Pemilik jiwa menghadirkan kejutan-kejutan indah. Tak terduga waktunya. Namun, seringkali tepat pada saat-saat kita memb...

Daring, Nikmati Saja Dengan Bahagia

Gambar
Beberapa waktu membersamai anak-anak online dari rumah, satu-satunya yang mungkin bisa dianggap sedikit 'berat' adalah ketika kami semua harus mengkondisikan hati, saling mengalah dalam hal penggunaan laptop atau hp, apalagi saat qadarullah ada jadwal zoom / google meeting bersamaan untuk kami yang WFH ( work from home  ) dan mereka yang SFH ( school from home ) karena jumlah laptop atau hp yang terbatas.  Belum lagi, saat beberapa kali mesti scrool panjang atau salah baca info karena salah ruang grup komunikasi, baik untuk orangtua dan anak-anak di wa dan telegram. Karena memang, 3 anak di rumah tetap belum kami fasilitasi dengan hp dan nomor sendiri alias masih ngikut dengan nomor hp abi atau umminya. Tapi, sejauh ini alhamdulillah sih, masih aman dan terkendali. Untuk jadwal masuk kelas online, alhamdulillah  mereka sudah mandiri. Sesekali diingatkan ketika mendekati jam masuk tapi mereka masih berkutat dengan aktivitas lain. Sebelum shubuh mereka harus sudah mulai ...

Ikatlah Semua Asa Di Langit-Nya

Gambar
Untuk kalian, generasi emas Islam harapan umat. . Sungguh, kehidupan kalian saat ini adalah mencari ilmu dan membersamainya dengan ketaqwaan. Karena sejatinya, ketaqwaan itulah yang akan menentukan keberhasilan dalam menerima, mencerna ilmu serta melekatkannya pada pikiran dan hati, serta  kelak akan sanggup mengejawantah pada akhlak kalian. Ketaqwaan yang akan membawa kalian sebagai pemilik ilmu yang senantiasa tawadhu namun tetap tak sungkan untuk menyampaikannya kembali kepada orang lain. Maka, nak... Tak usah risau dengan segala kesulitan yang akan dihadapi.  Tak usah resah dengan kelelahan yang akan terasa menggerus raga. Bahkan, tak usah resah ketika harus menapak di sepenggal masa-masa ujian yang mungkin akan terasa memberatkan.  Yakinlah,  bahwa semua itu adalah penyempurna episode perjalanan kalian. Perjalanan mencerna ilmu yang Allah hamparkan pada semesta untuk dapat kalian buka kunci-kunci hikmahnya. Bershabarlah menikmati lelah payah kalian. Bershabarlah...

Mesin Cuci Sepanjang Generasi

Gambar
Beberapa bulan lagi, usia mesin cuci ini genap 14 tahun. Menjadi teman meringankan urusan domestik di rumah tepat 1 bulan setelah kami menempati rumah milik sendiri, pindah dari Pondok Orangtua Indah 😁 Saat itu, pemilik rumah sebelumnya ( kami membeli rumah second ) merekomendasikan model dan brand ini, karena katanya lebih pas dengan design kontruksi ruang cuci, juga kebutuhan dan model saluran air yang ada di rumah saat itu.  Ternyata, memang begitulah. Urusan cuci pakaian dengan 5 anggota keluarga sangat terbantu dengan mesin ini. Cucian beres, semua kerjaan rumah lain pun bisa beres dalam satu waktu. Bahkan, bisa sambil ditinggal pergi antar jemput anak-anak sekolah saat dulu mereka masih TK. Sampai di rumah, emak tinggal jemur, lanjut depan layar monitor, ngurus kerjaan 😬 Mesin cuci ini juga nggak rewel. Walau sempat beberapa kali kehujanan berhari-hari dan merasakan berendam di air ( karena atap ruang cuci bocor ), selama di rumah, hanya 1 kali dia 'sakit'. Itu pun gega...