Buku Kehidupan Orangtua
Menjadi orangtua artinya siap menjadi pena yang akan menuliskan bait-bait kehidupan pada selembar kertas putih, bernama anak. Pena haruslah disiapkan dengan berkualitas, agar torehan kalimatnya bisa tertulis dengan jelas dan indah. Isi pena pun tak mesti harus selalu berlimpah atau disiapkan dengan harga yang mahal, namun jelas ia harus istimewa. Begitulah analogi pena sebagai kesiapan ilmu dan juga metode terbaik yang harus kita sediakan untuk menulis cerita kehidupan pada diri anak-anak, sebagai generasi masa depan kita. Maka, seperti halnya sebuah buku yang tetap akan terbaca sepanjang masa walau sang penulis sudah tidak ada, begitulah juga anak yang akan nampak dimata dunia atau lingkungannya. Pada wajah, polah atau tingkahnya, orang bisa dapat membaca bagaimana kita sebagai orangtua melukiskan warna hati pada mereka. Ya, buku kehidupan. Pada anak-anak itulah kita akan membuatnya. Menorehkan kalimat-kalimat di atas lembaran putih mereka. Mengisi ruangan-ruangan yang semula koson...